Support Untuk Mujahid Muhammad Jibriel Abdul Rahman
Aku adalah aku yang mengerti benar jalan hidupku Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku dan mencelakakanku Selagi Allah tetap ridha dan mencintaiku...
Informasi
Afiliasi:
Jihad wal Qital
Lokasi:
Tanggerang

Support Untuk Mujahid Muhammad Jibriel Abdul Rahman

 

Beginilah nasib seorang Muslim di negeri yang katanya berpenduduk mayoritas Islam. Diperlakukan tidak manusiawi, didzolimi, dan dianiaya. M Jibriel, pimpinan sekaligus pendiri Ar Rahmah Media harus kembali mengalami hal-hal tersebut. Apakah ummat Islam harus terus berdiam diri dan menerima begitu saja kedzoliman dan perlakuan oknum aparat Densus 88 yang selalu berlindung di balik prosedur standar UU Anti Terorisme?

M Jibriel Didzolimi Lagi

Ini bukan yang pertama. Sejak awal kasus penangkapan M Jibriel kontroversial, juga penuh dengan kedzoliman. Sebagaimana sering diberitakan, pada awalnya M Jibriel 'diculik' Densus 88 setelah sebelumnya dijadikan DPO dengan tuduhan terkait terorisme, lalu mendapat penganiayaan berupa pemukulan oleh tim Densus 88, hingga wajahnya lebam-lebam. Hal ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Komnas HAM dan pelbagai institusi terkait, namun sebagaimana biasa hal itu berlalu begitu saja, untuk kemudian terjadi lagi. Ironis!

Kini, setelah 4 bulan masa perpanjangan penahanan beliau berakhir dan rencananya kasusnya akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidang, M Jibriel kembali mendapat perlakuan dzolim. Apakah ini memang menjadi cara-cara standar Tim Densus 88 untuk 'memerangi' Islam dan kaum Muslimin ?

M Jibriel menceritakan, Rabu, 30 Desember, sekitar jam 2 siang beliau didatangi oleh anggota lapangan Densus 88 yang dengan tergesa memborgol dan memakaikan kaca mata (seperti kaca mata kuda) kepadanya dengan ikatan yang sangat kencang hingga mata beliau memar dan bengkak-bengkak. M Jibriel kemudian meminta kepada para petugas itu untuk sedikit melonggarkan ikatan kaca mata dan memborgol beliau dengan tangan di depan saja, tidak di belakang. Namun, M Jibriel malah dihardik dengan sangat kasar dan tidak manusiawi dengan mengatakan 'Kamu ini napi jangan macam-macam'.

M Jibriel akhirnya tetap dibawa dengan paksa dengan kondisi yang sangat tidak manusiawi. Padahal, bisa saja M Jibriel dibawa dengan santai, manusiawi, bukankah beliau adalah seorang Muslim yang sangat dihormati dan dihargai kehormatannya oleh mayoritas penduduk negeri ini yang juga Muslim ?

Ummat Hendaknya Peduli

M Jibirel kembali menceritakan bahwa beliau dibawa dalam kondisi tidak manusiawi tersebut dari siang hari hingga malam ke Kejaksaan Jakarta Selatan, untuk pelimpahan berkas. Setiap kali beliau memohon agar diperlakukan manusiawi, maka jawabannya adalah ini sudah prosedur. Apakah memang kedzoliman semacam itu prosedur standar Densus 88 ? Apalagi kasus M Jibriel hingga saat ini belum bisa membuktikan keterlibatan beliau dalam kasus terorisme, kecuali sangkaan dan dugaan yang dibuat-buat ? Mulai dari dugaan sebagai penyandang dana yang akhirnya tidak terbukti, lalu dicari-cari sangkaan baru yakni dianggap menyembunyikan pelaku terorisme, yang juga tidak terbukti. Bisa jadi aktivitas M Jibriel dalam mengelola situs Arrahmah.com yang selalu memberitakan berita dunia Islam dan jihad menjadi incaran orang-orang yang memang memiliki kebencian terhadap Islam dan kaum Muslimin. Wallahu'alam bis showab!

Semoga hal ini bisa menjadi perhatian seluruh ummat Islam dan kaum Muslimin di negeri ini agar jangan sampai kedzoliman dan tindakan tidak manusiawi selalu ditimpakan kepada kaum Muslimin dengan dalih penerapan UU Anti Terorisme dan membiarkan teroris yang sebenarnya (AS, Israel, dan sekutu-sekutunya) membantai kaum Muslimin sepanjang waktu. Insya Allah!
Hari ini, 25 Desember 2009, tepat 4 bulan penangkapan M Jibriel Abdul Rahman, pendiri sekaligus pengelola Ar Rahmah Media. Pada hari selasa 4 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 25 Agustus 2009 (ketika itu awal-awal bulan Ramadhan) aparat Densus 88 secara arogan menangkap paksa putera sulung Ustadz Abu Jibriel tersebut. Apa kabar M Jibriel setelah 4 bulan perpanjangan penahanannya yang tidak beralasan tersebut ?

Tuduhan Itu Harus DIbuktikan!

Siang itu, 25 Desember 2009, Polri baru saja menjadikan M Jibriel sebagai DPO yang terlibat terorisme dengan tuduhan membiayai atau menjadi penyandang dana pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton. Sorenya, M Jibriel langsung 'diculik' orang tak dikenal yang bahkan Kadiv Humas Mabes Polri saja, Nanan Sukarna tidak tahu siapa oknum yang melakukan kekejian kepada M Jibriel yang dikenal vocal menyuarakan berita dunia Islam dan jihad internasional melalui situs Arrahmah.com itu.

Tidak banyak yang tahu bagaimana penangkapan paksa kepada M Jibriel itu terjadi. Menurut penuturan adiknya, Mikaiel, kakaknya itu dibawa paksa oleh tiga orang berbadan besar. Mikaiel menuturkan :

"Di dekat rumah, saya lihat kakak saya ditangkap tiga orang berbadan besar. Saya lihat dia (Jibril) diborgol," Kemudian Jibril dimasukkan ke dalam mobil Honda CR-V silver bernopol B 8190 CX. Mobil itu langsung melesat ke arah Pondok Cabe, Jakarta Selatan. "Kami sempat ngejar, tapi kehilangan jejak di Pondok Cabe," lanjutnya.

Waktu itu, M Jibriel belum tahu bahwa dia telah di DPO Polri dan pada saat itu dia bermaksud ke rumah ayahnya, Ustadz Abu Jibriel di Pamulang untuk menyerahkan berkas-berkas Masjid Al Munawarrah yang pada hari sebelumnya diteror dan dia sempat meliputnya.

Ustadz Abu Jibriel menyampaikan bahwa setelah ada rilis DPO di TV, M Jibriel telah dia kontak dan disuruh pulang, bahkan bermaksud diantar ke Mabes Polri. Namun beliau menyayangkan dan kecewa berat, karena justru tindakan preman yang dialami oleh anaknya.

Beliau melanjutkan, bahwa M Jibriel sempat ditelungkupkan, lalu ditekan dan diborgol. Pada saat itu, M Jibriel sempat berteriak Allahu Akbar, dan sempat menarik perhatian orang, hingga meletus tembakan ke udara sebanyak satu kali. M Jibriel lalu dipaksa masuk mobil dan dilarikan. Sempat terjadi kejar-kejaran, dan cerita selanjutnya sebagaimana sudah banyak diberitakan di media massa.

Jum'at, 28 Agustus 2009, setelah 4 hari penculikan, kesewenangan terus menimpa M Jibriel. Keberadaannya pada saat itu tidak diketahui. Sehari sebelumnya, ayah beliau mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan tuntutan dan memastikan keberadaan M Jibriel. Kadensus pada saat itu menyampaikan bahwa memang benar anggotanya telah menangkap M Jibriel, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini, katanya, M Jibriel masih diperiksa dan terus dilakukan penyelidikan apakah ada hubungan antara M Jibriel dengan peristiwa di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.

Pada saat itu Kadensus berjanji (yang teryata tidak terbukti) bahwa setelah 7 x 24 jam jika M Jibriel tidak terbukti bersalah, maka akan dilepaskan. Yang terbukti kemudian adalah, setelah 7 x 24 jam ditahan, dan belum juga ditemukan bukti keterlibatan M Jibriel sebagaimana dituduhkan, penahanan M Jibriel diperpanjang 4 bulan ke depan. Ironis!

Kini Setelah 4 Bulan, Apa Lagi ?

Kini, setelah genap 4 bulan perpanjangan penahanan M Jibriel belum ada tanda-tanda beliau akan dibebaskan. Proses persidangan juga tidak terlihat akan segera dilakukan. Padahal, tuduhan ikut membiayai kasus JW Marriot dan Ritz Calrton yang semula dituduhkan kepada beliau tidak terbukti sama sekali. Tuduhanpun mulai berpindah dan terkesan dicari-cari dan dipaksakan.

Pada hari Selasa, 1 September 2009, saat keluarga pertama kali berhasil menemui M Jibriel diketahui bahwa telah terjadi pemukulan dan penganiayaan terhadap beliau. Padahal sebelumnya Kadensus dan Kabareskrim pada saat itu, berjanji tidak akan ada pemukulan terhadap M Jibriel.

M. Jibriel tak tahu siapa pemukul dirinya, karena matanya senantiasa ditutup selama ditahan. Namun diyakini pelaku pemukulan adalah oknum anggota Polri. Pasalnya tidak sembarang orang memiliki akses ke ruang tahanan.

"Muhammad Jibriel tak tahu siapa yang memukul, karena dalam tujuh hari mukanya ditutup," ujar Abu Jibriel usai menemui anaknya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (1/99). M Jibriel hanya menyebutkan ada empat orang yang menangkapnya pada Selasa 27 Agustus lalu. "Hari ini saya meng-support anak saya bahwa dia sudah sah jadi mujahid. Itu untuk menggembirakan hatinya," ujarnya.

Anehnya lagi, status M Jibriel sudah tersangka, meski tuduhan berubah dari tuduhan terkait aliran dana untuk membiayai terorisme kepada tuduhan menyembunyikan informasi terorisme dan menyembunyikan buronan terorisme. Tuduhan lainnya terkait imigrasi atau pemalsuan dokumen perjalanan.

Sebenarnya yang paling penting dari semua ini adalah pembuktian dan bukan asal sembarang tuduh. Kini, setelah 4 bulan waktu berjalan dan perpanjangan penahanan terhadap M Jibriel berlalu, akankah proses persidangannya segera dimulai ? Atau akan dicari alasan-alasan dan tuduhan-tuduhan baru lainnya ?

Islam dan Ummat Islam, yang selalu dirugikan dan didzolimi oleh keberadaan Densus 88 dan UU Terorisme kini menunggu dengan seksama apa yang akan terjadi pada M Jibriel Abdul Rahman. Semoga Allah SWT., salalu menjaga M Jibriel Abdul Rahmah dan memberikan yang terbaik untuknya. Insya Allah!

http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/6401/apa-kabar-saudaraku-m-jibriel


Risalah ini merupakan risalah yang di tulis langsung oleh akhuna Muhammad Jibriel Abdul Rahman, semoga Allah menjaganya. Risalah menggugah hati dan membakar semangat dalam mengemban misi dakwah dan jihad yang tidak mudah dan hanya bisa dipegang oleh orang-orang terpilih.

Maha suci Allah atas segala karunia yang telah Ia limpahkan untuk Ummat Manusia. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam serta para Keluarganya dan para Shahabatnya, Amma Ba’du…

Ikhwani wa Akhwati Fillah yang ana cintai karena Allah…

Subhanallah, waktu begitu cepat berlalu, hampir 3 Bulan ana di Istana Uzlah ini. Dengan berbagai ujian dan cobaan telah dilalui, Alhamdulillah, semuanya ana jalani dengan baik dan semoga Allah memberikan Pahala buat kita semua. Ujian dan musibah bukanlah alasan bagi kita untuk tidak menjadi Mujahid dan Mujahidah Fie Sabilillah. Memang Jalan Jihad ini sulit dan berliku. Tidak mudah untuk Istiqomah dan selalu pada Koridor yang benar. Ada saja hal-hal yang membuat kita futur dan lemah untuk menjalaninya. Kesetiaan bisa berubah menjadi pengkhianat, janji-Janji bisa jadi tinggal tulisan, Kejujuran bisa berubah menjadi kemunafikan.

Tingkat keimanan manusia itu berbeda wahai Sahabatku, kadang keimanan bisa meningkat pesat disaat ada manusia yang jujur yang sanggup memberikan motivasi supaya Istiqomah dan terus tegar melalui rintangan-rintangan perjuangan ini. Namun ada hal sebaliknya yang membuat keimanan kita menurun, penyebabnya adalah Hawa Nafsu Syahwat yang bergejolak, yang melahirkan bibit-bibit Nifak, yang mementingkan diri sendiri dari orang lain. Kejujuran dirinya sudah terjual oleh nafsu Syahwatnya. Janji-janji terukir selama ini dalam bergabung bersama Kafilah Mujahid hanya tinggal janji kosong. Konon semua ini terjadi disebabkan lemahnya iman, atau ketamakan terhadap dunia sudah menyelimuti dirinya. Sehingga, jalan yang ia tempuh hanya bisa sampai dipersimpangan jalan.

Hasbunallahu wa Ni’mal Wakiil….

Ikhwan wa Akhwati Fillah …

Tak ada manusia yang sempurna, ia benar. Namun kita harus selalu mencoba untuk menjadi manusia terbaik disisi sang pencipta Allah ‘Azza wa Jala…

Caranya :
*Istiqomah dan sabar dalam mengharungi semua masalah : sebesar apapun masalah, pasti ada jalan keluar. Manusia tak mampu untuk berbuat apapun tanpa izinNya. Biarlah manusia-manusia jahat meneror, membuat onar, bahkan membuat kalian takut untuk berjuang, ingatlah, Allah akan selalu bersama orang yang sabar dan Istiqomah.

Rasulullah bersabda : "Dari Abu Amr - ada yang mengatakan Abu Amrah - Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi rodhiallohu ‘anhu. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, Katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapa pun selain kepadamu.” Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Katakanlah: “Aku beriman kepada Alloh, lalu istiqomahlah.” (HR Muslim)

Bagaimana kalian inginkan Jannah, namun masih ragu dengan apa yang kalian pilih, masih ada saja alasan ini dan itu disaat amanah yang diberikan tidak bisa dilaksanakan. Hanya bisa beralasan tanpa membuktikan hasil. Lebih takut manusia ketimbang Takut terhadap Allah. Wake Up Brothers…!!! Jangan jadi Munafik.

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Tholib, cucu Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangan beliau rodhiallohu ‘anhuma, dia berkata: ”Aku telah hafal (sabda) dari Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i. Tirmidzi berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)

Manusia-manusia pilihan Allah sudah banyak yang Syahid, mereka sendiri akan Syahid, tetapi Jalan yang mereka tempuhlah yang membawa mereka ke Firdawsil ‘Alaa. Insha Allah..

Semoga Nasehat yang sedikit ini bisa menjadi renungan bersama buat kita semua. Perbaikilah diri kita jika ada hal2 yang Khilaf dan salah langkah, selagi ,masih ada waktu untuk memperbaikinya . Insya Allah...



Depok , 12 November 2009, Istana Uzlah

Akhukum Fillah



Muhammad Jibriel Abdul Rahman


Post By:
~M. Jibriel Brother~
Lihat catatan lainnya