sumber: http://www.pemiluindonesia .com/berita-pemilu/kampany e-anti-roy-suryo-di-facebo ok.html
"Kampanye Anti Roy Suryo di Facebook"
content:
Pakar telematika yang juga caleg Partai Demokrat dari daerah pemilihan DI Yogyakarta, Roy Suryo Notodiprojo, mendapat gugatan dari sejumlah pengguna jaringan situs pertemanan (facebook).
Mereka membuat komunitas khusus ‘Katakan Tidak untuk Roy Suryo‘. Sampai hari ini (16/4)pengguna yang menjadi fans komunitas anti Roy Suryo mencapai 11.393.
Berdasarkan komentar para fans komunitas anti Roy Suryo ini, sebagian banyak mengaku kecewa dan meragukan kepakaran Roy di bidang telematika. Menurut mereka, Roy terkesan terlalu gila popularitas dengan memanfaatkan keahliannya. Terbukti dengan berbagai kasus yang sebelumnya dia tangani.
Semula sebagian mereka mengaku salut dengan jasa Roy yang dapat membuktikan keaslian lagu Indonesia Raya versi asli. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang mencuatkan nama Roy Suryo di kancah media massa.
Pembuktian yang dilakukan Roy tidak berhenti di situ. Dia kemudian merambah wilayah dunia selebritas dengan berupaya mengungkap kasus gambar para artis.
Roy juga pernah membuka konflik dengan mentalis Dedy Corbuzier, lantaran keinginannya untuk membuktikan teknik (muslihat) yang digunakan Corbuzier dalam menjalankan kegiatan magic-nya.
Tindakan Roy ini tidak menambah salut masyarakat. Sebaliknya, banyak orang yang kian tidak menyukainya. Komunitas ’Katakan Tidak untuk Roy Suryo’ membuktikan betapa sebagian masyarakat mulai tidak lagi menaruh simpati kepada Roy Suryo.
Sumber : kabarpemilu
__________________________ ____
notes:
perhatikan paragraf - paragraf ini:
"
Semula sebagian mereka mengaku salut dengan jasa Roy yang dapat membuktikan keaslian lagu Indonesia Raya versi asli. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang mencuatkan nama Roy Suryo di kancah media massa.
Pembuktian yang dilakukan Roy tidak berhenti di situ. Dia kemudian merambah wilayah dunia selebritas dengan berupaya mengungkap kasus gambar para artis.
Roy juga pernah membuka konflik dengan mentalis Dedy Corbuzier, lantaran keinginannya untuk membuktikan teknik (muslihat) yang digunakan Corbuzier dalam menjalankan kegiatan magic-nya.
Tindakan Roy ini tidak menambah salut masyarakat. "
mohon maaf, kami dari pihak admin yang luput dalam memantau komentar atau memang pemberitaan tersebut mengada - ada ya? :)
anyway, thanks buat netter Yacinta Lidya Rahmawatie atas infonya :)
"Kampanye Anti Roy Suryo di Facebook"
content:
Pakar telematika yang juga caleg Partai Demokrat dari daerah pemilihan DI Yogyakarta, Roy Suryo Notodiprojo, mendapat gugatan dari sejumlah pengguna jaringan situs pertemanan (facebook).
Mereka membuat komunitas khusus ‘Katakan Tidak untuk Roy Suryo‘. Sampai hari ini (16/4)pengguna yang menjadi fans komunitas anti Roy Suryo mencapai 11.393.
Berdasarkan komentar para fans komunitas anti Roy Suryo ini, sebagian banyak mengaku kecewa dan meragukan kepakaran Roy di bidang telematika. Menurut mereka, Roy terkesan terlalu gila popularitas dengan memanfaatkan keahliannya. Terbukti dengan berbagai kasus yang sebelumnya dia tangani.
Semula sebagian mereka mengaku salut dengan jasa Roy yang dapat membuktikan keaslian lagu Indonesia Raya versi asli. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang mencuatkan nama Roy Suryo di kancah media massa.
Pembuktian yang dilakukan Roy tidak berhenti di situ. Dia kemudian merambah wilayah dunia selebritas dengan berupaya mengungkap kasus gambar para artis.
Roy juga pernah membuka konflik dengan mentalis Dedy Corbuzier, lantaran keinginannya untuk membuktikan teknik (muslihat) yang digunakan Corbuzier dalam menjalankan kegiatan magic-nya.
Tindakan Roy ini tidak menambah salut masyarakat. Sebaliknya, banyak orang yang kian tidak menyukainya. Komunitas ’Katakan Tidak untuk Roy Suryo’ membuktikan betapa sebagian masyarakat mulai tidak lagi menaruh simpati kepada Roy Suryo.
Sumber : kabarpemilu
__________________________
notes:
perhatikan paragraf - paragraf ini:
"
Semula sebagian mereka mengaku salut dengan jasa Roy yang dapat membuktikan keaslian lagu Indonesia Raya versi asli. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang mencuatkan nama Roy Suryo di kancah media massa.
Pembuktian yang dilakukan Roy tidak berhenti di situ. Dia kemudian merambah wilayah dunia selebritas dengan berupaya mengungkap kasus gambar para artis.
Roy juga pernah membuka konflik dengan mentalis Dedy Corbuzier, lantaran keinginannya untuk membuktikan teknik (muslihat) yang digunakan Corbuzier dalam menjalankan kegiatan magic-nya.
Tindakan Roy ini tidak menambah salut masyarakat. "
mohon maaf, kami dari pihak admin yang luput dalam memantau komentar atau memang pemberitaan tersebut mengada - ada ya? :)
anyway, thanks buat netter Yacinta Lidya Rahmawatie atas infonya :)
Tahukah anda mengapa Roy Suryo bisa terkenal?
Kebanyakan dari kita mungkin akan menduga awal kesanterannya sebagai "pakar" diawali penyelidikannya dalam kasus foto pribadi B'Jah dan Almarhumah Sukma Ayu, atau mungkin analisanya soal pengguna Friendster palsu ketika diundang dalam talkshow oleh Wimar Witoelar beberapa tahun silam.
Namun, sebetulnya melejitnya nama Roy di kalangan media sudah dimulai jauh sejak itu, tepatnya ketika Ia melakukan analisa suara pembicaraan telepon mantan Presiden BJ Habibie dengan mantan Jaksa Agung Andi Ghalib tahun 1997.
Ketika itu, Roy memberikan penjelasan analisa spektrum frekuensi suara pada wartawan untuk menunjukkan rekaman pembicaraan telepon itu adalah benar suara Habibie dan Andi Ghalib.
berikut adalah penjelasan Roy Suryo mengenai analisisnya tersebut versi yang beredar di milist - milist:
selanjutnya, kasus ini melejitkan nama Roy sebagai pakar multimedia dan analisa berkas digital, maka sejumlah penyelidikan pun berturut - turut melibatkan Roy Suryo di dalamnya, seperti:
lalu bagaimana menurut Roy?
kalau menurut Roy tujuan utamanya adalah membantu dan melakukan pembuktian secara keilmuan, namun tidak menurut keluarganya. Sang kakak, Sony mempunya tanggapan lain mengenai kelakuan adiknya itu:
begitulah kira - kira kisah kiprah awal KRMT RS di media, tidak seperti yang banyak diduga orang selama ini bahwa Roy lahir dari dunia hiburan, ternyata Ia lahir dari dunia politik dan hukum, sederet kasus besar sempat mencantumkan namanya, dari situlah Ia mendapatkan sebutan pakar, hingga akhirnya aksi kepakarannya merambah ke dunia entertainment lewat kasus B'Jah - Sukma Ayu melalui teori metadatanya yang terkenal.
Kebanyakan dari kita mungkin akan menduga awal kesanterannya sebagai "pakar" diawali penyelidikannya dalam kasus foto pribadi B'Jah dan Almarhumah Sukma Ayu, atau mungkin analisanya soal pengguna Friendster palsu ketika diundang dalam talkshow oleh Wimar Witoelar beberapa tahun silam.
Namun, sebetulnya melejitnya nama Roy di kalangan media sudah dimulai jauh sejak itu, tepatnya ketika Ia melakukan analisa suara pembicaraan telepon mantan Presiden BJ Habibie dengan mantan Jaksa Agung Andi Ghalib tahun 1997.
Ketika itu, Roy memberikan penjelasan analisa spektrum frekuensi suara pada wartawan untuk menunjukkan rekaman pembicaraan telepon itu adalah benar suara Habibie dan Andi Ghalib.
berikut adalah penjelasan Roy Suryo mengenai analisisnya tersebut versi yang beredar di milist - milist:
RM Roy Suryo, ahli multi media Yogyakarta:
"ITU SUARA ASLI GHALIB DAN HABIBIE"
(DIALOG): Sebuah analisis ilmiah telah mampu membongkar kebenaran percakapan
Jaksa Agung Andi M Ghalib dengan Presiden Habibie. Pembongkarnya adalah RM
Roy Suryo, seorang staff pengajar di Fisipol Universitas Gajah Mada jurusan
Ilmu Komunikasi. Polisi atau Kejagung tak ambil peduli dengan masalah
tersebut, justru sebaliknya Badan Intelijen ABRI memanggilnya. Ada apa?
Berikut petikan wawancaranya dengan Xpos.
T: Bisa Anda ceritakan bagaimana Anda bisa dipanggil BIA?
J: Ya, terutama karena hari-hari belakangan ini, setelah saya me-release
hasil uji ilmiah rekaman pembicaraan telepon Andi Ghalib dengan Habibie, di
beberapa media massa, masalah ini jadi rame lagi. Kesimpulan uji ilmiah
saya, itu memang asli suara Habibie. Uji ilmiah saya itu juga menyimpulkan
bahwa rekaman itu bukan hasil penyadapan tapi direct line recording. Jadi
direkam langsung dari salah satu pesawat telepon. Mereka heran, kok ada yang
berani-berani ngomong begitu. Lalu mereka ini coba menghubungi saya dan
mengundang saya ke Jakarta. Saya dikasih tiket pesawat untuk pulang-pergi.
T: Anda tidak merasa terteror oleh pemanggilan itu?
J: Oh, saya nggak. Saya prepare, kok. Saya sudah menghubungi pers sebelum
saya berangkat. Dari hasil pertemuan tadi, saya jadi menganggapnya bukan
suatu pemanggilan tapi, undangan. Artinya begini. Ada suasana keakraban di
situ. Tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, kalau nanti setelah saya
datang memenuhi panggilan mereka saya bakal diindoktrinasi, diintimidasi,
atau ditekan. Saya sama sekali tidak merasakan itu. Saya, terus-terang
mulanya juga menduga wah, saya bakal disalahkan nih. Eh, tapi benar-benar di
luar dugaan saya, mereka justru berterima kasih.
T: Siapa yang mengantar tiket pesawat untuk Anda?
J: Staf BIA di Yogja yang mengantar tiket itu ke rumah. Setelah itu saya
langsung diledekin teman-teman; tuh rumah kamu sudah diketahui BIA. Lho,
saya sih nggak masalah, wong nomor HP saya saja saya buka, saya kasih ke
mereka. Anda mengenal yang mengundang Anda sebelumnya?
Terus terang, saya sebenarnya sempat agak-agak takut. Undangannya itu
misterius, nggak ada kop-nya, tanda tangan juga nggak ada, nama
orang-orangnya saya juga belum kenal. Tapi, yang membuat saya berani,
sebelumnya sudah ada orang BIA yang telpon saya. Dia kasih nomor HP-nya.
Terus saya hubungi, dan ternyata memang benar-benar ada, bukan bohongan.
Komunikasi kami juga lancar. Ini yang membuat saya yakin.
T: Anda akhirnya bertemu dengan orang BIA yang menghubungi Anda sebelumnya?
J: Iya, mereka semua ada di sana. Mereka semua staf ahli BIA.
T: Apa yang anda lakukan di sana?
J: Kami saling memberi masukan. Kami saling memamparkan metode yang kami
gunakan. Dan yang mengejutkan saya, mereka menyetujui kesimpulan penelitian
saya.
T: Bagaimana menurut mereka?
J: Mereka manggut-manggut ketika saya memaparkan metode penyelidikan saya.
Saya sempat membawa notebook dengan penjelasan singkat metode penelitian
ilmiah saya. Sebenarnya, tapi Ka BIA tidak hadir dalam pertemuan itu, dia
ada kesibukan jadi tidak datang.
T: Berapa lama Anda bertemu mereka?
J: Mulai dari jam 11.30 sampai jam 16.04. Saya menikmati pertemuan tadi.
T: Jadi, yang sudah pasti suara yang ada di rekaman itu asli suara Habibie?
Bagaimana dengan suara Ghalib?
J: Yah, memang suara yang ada di rekaman itu identik dengan suara Habibie.
Suara Ghalib terus-terang saya belum meneliti. Tapi, saya punya asumsi,
dalam rekaman dialog itu ada dua kemungkinan, dua-duanya palsu atau
dua-duanya asli. Habibie levelnya lebih tinggi daripada Ghalib. Jadi, saya
ambil dulu level yang lebih tinggi. Jadi, kemungkinan suara Ghalibnya pasti
asli. Saya yakin kalau itu diteliti pasti identik dengan suara Ghalib.
T: Bagaimana metode pengujian rekaman Habibie-Ghalib yang Anda lakukan itu?
J: Jadi begini. Saya kumpulkan dulu beberapa rekaman yang beredar. Ada yang
dari teman-teman wartawan, ada yang saya download dari internet dan yang
terakhir dari SCTV. Setelah itu saya pilih yang paling clear and complete.
Yakni, yang paling sedikit humble-nya, scratch dan noise-nya (suara-suara
lain seperti kresek-kresek atau bising). Dan saya pilih yang dari SCTV. Lalu
saya juga mengambil sample rekaman pidato Habibie yang kebetulan saya punya,
yakni waktu "reformasi" dulu, ketika dia disumpah jadi presiden. Dari dua
rekaman ini saya bandingkan keduanya. Dari analisa frekwensi, amplitudo dan
bit-nya, kedua rekaman itu identik.
T: Anda memakai alat apa?
J: Saya menggunakan komputer dengan software yang disebut Audio Spectrum
Analizer. Yakni penganalisa spectrum audio.
T: Ada kemungkinan, orang bisa meniru suara orang dengan frekwensi,
amplitudo dan bit yang mirip?
J: Saya sebelumnya juga menguji banding suara Habibie ini dengan suara
Butet. Kan, isu yang digulirkan dulu suara dalam rekaman itu bukan asli
suara Habibie. Nah, ketika saya bandingkan, frekwensi suara Butet memang
hampir sama tapi amplitudonya beda. Nah, sebenarnya setiap orang punya ciri
khas ketiga variabel ini yang jika divisualisasikan membentuk kurva-kurva
oscilasi yang khas. Mungkin, ada yang bisa meniru suara orang dengan
frekwensi, amplitudo yang sama, tapi bitnya pasti beda. Atau sebaliknya.
T: Metode yang digunakan BIA bagaimana?
J: Yah, saya nggak bisa mengungkapnya di pers. Tapi, kurang lebih sama. Yang
penting, kami memperoleh kesimpulan yang sama, bahwa yang ada dalam rekaman
itu memang benar-benar asli suara Habibie.
T: Anda akan diundang lagi untuk berbincang-bincang dengan mereka?
J: Ya, dalam minggu-minggu ini saya akan sering ke Jakarta. Saya sedang
melakukan penyelidikan tahap selanjutnya.
T: Apa lagi yang perlu diselidiki, bukan kah point terpenting sudah
terungkap bahwa itu asli suara Habibie?
J: Yah, saya nggak bisa mengungkap ini di pers sekarang. Tapi, yang jelas
masih ada beberapa hal lagi yang perlu diselidiki. Ini berkaitan dengan
tahap-tahap penyelidikan lebih lanjut.
T: Pakai metode apa?
J: Saya terus terang menggunakan alat yang lain lagi. Sekarang alat itu
belum ada, tapi soft ware-nya saya yakin bisa saya dapatkan dalam waktu
dekat ini. Saya targetkan dalam 3 hari ini tahap penyelidikan saya
berikutnya sudah tercapai. Tapi bisa juga mundur sih. (*)
sumber kutipan: http://www.mail-archive.com/siarlist@minipostgresql. org/msg00712.html
selanjutnya, kasus ini melejitkan nama Roy sebagai pakar multimedia dan analisa berkas digital, maka sejumlah penyelidikan pun berturut - turut melibatkan Roy Suryo di dalamnya, seperti:
1. Menganalisa Rekaman Suara Telepon Presiden Habibie & Jakgung Andi Ghalib (1997)
2. Menganalisa Rekaman Rapat Skandal Cessie Bank Bali (1998)
3. Mengaplikasikan Metode Searching via BTS dan CDRI (1999)
4. Menganalisa Foto dan Klise Presiden Gus Dur & Aryanti Boru Sitepu (2000)
5. Memberikan Arahan Teknis Pelacakan Telepon Buronan Tommy Soeharto (2001)
sumber: http://www.pusatartikel.com/article/tokoh/roy-suryo. html
lalu bagaimana menurut Roy?
Namanya berkibar saat kasus Andi Ghalib terekspose. Kasus pembicaraan antara presiden, waktu itu, Habibie dan Andi Ghalib saat menjabat Jaksa Agung. Roy Suryo berhasil membuktikan bahwa rekaman pembicaraan kedua orang itu asli. Ia juga membuktikan keabsahan foto Gus Dur dan Aryati Sitepu. Bak detektif, ia ikut pula menguber Tommy Soeharto yang kabur dari penjara. Toh meski deretan kasus yang ia bongkar mengendap, Roy tak pernah kecewa."Yang penting bagi saya adalah pembuktian secara keilmuan. Kalau menyangkut urusan politik, saya tak ikut campur."
sumber: http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/r/roy-suryo/bi ografi/02.shtml
kalau menurut Roy tujuan utamanya adalah membantu dan melakukan pembuktian secara keilmuan, namun tidak menurut keluarganya. Sang kakak, Sony mempunya tanggapan lain mengenai kelakuan adiknya itu:
Sebaliknya, di mata kakak laki-lakinya, Sony Suryo, Roy orang yang suka mencari popularitas. “Lha kayak dia ikut tim (pelacakan) Tommy Soeharto, sebenarnya kan bukan (mencari) Tommy-nya yang penting, tapi … popularitasnya,” kata Sony, seorang dokter spesialis kejiwaan di satu rumah sakit Yogyakarta.
Menurut Sony, pola pikir seseorang akan berbeda kalau ia memiliki anak. Segala tindak-tanduk akan memperhitungkan dan mempertimbangkan anak atau keluarga. “Nah, Roy ini sing penting mlebu koran (yang penting masuk koran). Nggak ada perhitungannya,” kata Sony, tertawa.
sumber: http://ambar76.wordpress.com/2007/08/06/roy-suryo-sa ng-jagoan-dosen-multimedia -yang-dibesarkan-media-2/
begitulah kira - kira kisah kiprah awal KRMT RS di media, tidak seperti yang banyak diduga orang selama ini bahwa Roy lahir dari dunia hiburan, ternyata Ia lahir dari dunia politik dan hukum, sederet kasus besar sempat mencantumkan namanya, dari situlah Ia mendapatkan sebutan pakar, hingga akhirnya aksi kepakarannya merambah ke dunia entertainment lewat kasus B'Jah - Sukma Ayu melalui teori metadatanya yang terkenal.
dalam membodohi publik, roy suryo biasanya menggunakan kata kata berikut :
* Metadata = Pemalsuan metadata artinya mengganti beberapa bagian dari isi pesan tersebut. Bener gag ne?
* 68% = 68% berasal dari pernyataan Roy Suryo bahwa dari seluruh anggota Friendster, 68%-nya adalah Palesu. Dan tentunya angka 68% ini berasal dari estimasi yang tidak berdasar.
Angka 68% adalah angka mistis paling populer dari Roy Suryo, tetapi selain 68%, ybs pernah mengeluarkan angka-angka mistis lain seperti 88%, 48% dan 28%.
* Trend Sesaat = Percayalah pada Roy Suryo, satu-satunya Pakar Telematika di INDONESIA bahwa Blog adalah Trend Sesaat™
* Tidak kompeten = dan merasa dirinya paling kompeten
* Katarsis
* Karakter Asinan = merupakan plesetan dari "Character Assassination", sebuah istilah yang sering dilontarkan Roy Suryo terhadap tokoh-tokoh protagonis.
* Norak = karena roy suryolah yang paling tidak norak
* Mendambakan Sesuatu Seperti Sediakala = pernyataan yang dilontarkan ketika dia menemukan lagu indonesia raya versi zaman penjajahan diserver milik belanda
* Kemane Aje Lu = khas sang ruy suryo
* Saya yakin bahwa itu palsu = karena roy suryolah pakar telematika yang terbaik
* Ke mana-mana ROY SURYO selalu ditemani benda pusaka: tiga handphone, sebuah handy talkie, dan laptop. Itu belum apa-apa. Delapan parabola dan sepuluh televisi ngendon di rumahnya—beberapa rakitan sendiri. Menurut dia, letak Indonesia di garis katulistiwa kerap dilewati berbagai satelit, "Bodoh kalau kita tak memanfaatkannya untuk gratisan," tuturnya sambil terbahak. Kesepuluh televisi itu ada di berbagai sudut rumahnya, termasuk di kamar mandi. Dan itulah tempat favoritnya membaca buku, atau mandi sambil nonton televisi.
* Cara tidurnya tidak biasa: tidur di atas jam tiga dini hari dan bangun pukul 05.00. Kesempatan lain untuk tidur di taksi atau pesawat. "Bukan waktu tapi kualitasnya," komentarnya soal tidurnya.
* perkataannya halus diawal
* tiba-tiba "meledak" walaupun disamarkan dalam kata2nya yg tetap halus
* dalam kalimatnya selalu ada narsisme
* selalu menyebut orang2 terkenal dlm commentnya
* bersandiwara seakan-akan ia hanya teman/kenalan RS walaupun dalam kenyataan tulisannya ia sangat memahami "who is"
* sering mengatakan "telah melakukan pengajian teknologi" dalam membuktikan suatu masalah
note:
cross post dari berbagai blog yang juga sudah mengcross post tulisan ini dari sebuah thread di forum kaskus.us
* Metadata = Pemalsuan metadata artinya mengganti beberapa bagian dari isi pesan tersebut. Bener gag ne?
* 68% = 68% berasal dari pernyataan Roy Suryo bahwa dari seluruh anggota Friendster, 68%-nya adalah Palesu. Dan tentunya angka 68% ini berasal dari estimasi yang tidak berdasar.
Angka 68% adalah angka mistis paling populer dari Roy Suryo, tetapi selain 68%, ybs pernah mengeluarkan angka-angka mistis lain seperti 88%, 48% dan 28%.
* Trend Sesaat = Percayalah pada Roy Suryo, satu-satunya Pakar Telematika di INDONESIA bahwa Blog adalah Trend Sesaat™
* Tidak kompeten = dan merasa dirinya paling kompeten
* Katarsis
* Karakter Asinan = merupakan plesetan dari "Character Assassination", sebuah istilah yang sering dilontarkan Roy Suryo terhadap tokoh-tokoh protagonis.
* Norak = karena roy suryolah yang paling tidak norak
* Mendambakan Sesuatu Seperti Sediakala = pernyataan yang dilontarkan ketika dia menemukan lagu indonesia raya versi zaman penjajahan diserver milik belanda
* Kemane Aje Lu = khas sang ruy suryo
* Saya yakin bahwa itu palsu = karena roy suryolah pakar telematika yang terbaik
* Ke mana-mana ROY SURYO selalu ditemani benda pusaka: tiga handphone, sebuah handy talkie, dan laptop. Itu belum apa-apa. Delapan parabola dan sepuluh televisi ngendon di rumahnya—beberapa rakitan sendiri. Menurut dia, letak Indonesia di garis katulistiwa kerap dilewati berbagai satelit, "Bodoh kalau kita tak memanfaatkannya untuk gratisan," tuturnya sambil terbahak. Kesepuluh televisi itu ada di berbagai sudut rumahnya, termasuk di kamar mandi. Dan itulah tempat favoritnya membaca buku, atau mandi sambil nonton televisi.
* Cara tidurnya tidak biasa: tidur di atas jam tiga dini hari dan bangun pukul 05.00. Kesempatan lain untuk tidur di taksi atau pesawat. "Bukan waktu tapi kualitasnya," komentarnya soal tidurnya.
* perkataannya halus diawal
* tiba-tiba "meledak" walaupun disamarkan dalam kata2nya yg tetap halus
* dalam kalimatnya selalu ada narsisme
* selalu menyebut orang2 terkenal dlm commentnya
* bersandiwara seakan-akan ia hanya teman/kenalan RS walaupun dalam kenyataan tulisannya ia sangat memahami "who is"
* sering mengatakan "telah melakukan pengajian teknologi" dalam membuktikan suatu masalah
note:
cross post dari berbagai blog yang juga sudah mengcross post tulisan ini dari sebuah thread di forum kaskus.us
Catatan Katakan Tidak untuk Roy Suryo!
Pemberitaan Page Kita di pemiluindonesia.com17 April 2009
Kasus pertama yang melejitkan nama Roy Suryo12 April 2009
Gaya Khas Roy Suryo11 April 2009
Pembatasan Komentar Mengenai Pihak Lain di Page Ini11 April 2009
Roy Suryo kampanye bersih11 April 2009
Kampanye SMS Roy Suryo11 April 2009













