Catatan KSAI Al Uswah
Sabtu & Ahad, 19 – 20 Desember 2009 kemarin menjadi 2 hari yang luar biasa bersejarah bagi estafet perjuangan dakwah KSAI Al Uswah. Tepatnya di Wisma Anoman, Pantai Parangtritis, hampir 71 orang pengurus KSAI yang baru saja terbentuk berkumpul menghadiri event pertama dan termasif KSAI periode kepengurusan yang baru masa amanah 2009/2010, sebuah peningkatan kapasitansi ukhuwah dan musywarah kerja, Upgrading dan Musyawarah Kerja KSAI AL Uswah 2009/2010.Similar Posts:

Yth. Ketua dan Staff Departemen
Pengurus KSAI Al Uswah 2009-2010
di Yogyakarta
Mengundang akhi/ukhti pada Upgrading dan Musyawarah Kerja Pengurus KSAI Al Uswah 2009-2010 yang Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Sabtu-Ahad, 19-20 Desember 2009
Waktu: 15.00-13.00 WIB
Tempat: Wisma Anoman, Pantai Parangtritis
Acara: Upgrading dan Musyarawah Kerja
Infaq: Rp 12.000
PS: ‘Undangan’ ini juga sekaligus untuk segenap anggota KSAI (MAKSAI, KPK, dsb) -muslim alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta- diluar pengurus juga. Monggo jika mau silaturahim, ngobrol2, dsb. Tapi afwan jika nantinya tidak bisa menyambut dengan baik. Konfirmasi kehadiran ke Ketua KSAI Al Uswah 2009-2010 di 085729402579.
KOKOH-kan Ukhuwah, BERGERAK untuk Ummat! ^^b
Jazakumullah khairan katsira
Yogyakarta, 12 Desember 2009
Ketua KSAI Al Uswah
Yoga Hanggara
http://www.facebook.com/ev
http://www.ksai-aluswah.or
Hari Raya Idul Adha baru saja berlalu. Namun gema takbir dan tahmid masih terdengar bersahut – sahutan dari masjid ke masjid. Disuarakan dengan lantang dalam nuansa Tasyrik yang tahun ini terasa syahdu dalam gerimis yang sering mengguyur beberapa hari ini. Maka, Ahad 29 November 2009 kemarin, tampaknya menjadi kenangan tersendiri bagi teman – teman KSAI Al Uswah. Yang hampir sehari penuh telah meluangkan waktunya untuk sekedar berkumpul melepas penat, menanyakan kabar, menyambung rasa, serta menjalin dan mempererat silaturahmi antara sesama Keluarga Besar KSAI Al Uswah. Acara ini dikemas dalam konsep Family Gathering, dengan tema Idul Adha dan dengan inti kegiatan membakar sate bagi yg ikwan versus membuat mie ongklok bagi yang akhwat.Similar Posts:
Hari Ahad, 6 Desember 2009, KSAI Futsal Club mengadakan latihan rutin di Flash Futsal , Jl. Patangpuluhan (barat Bank Jogja).
Dimulai jam 7, ikhwan yang datang baru 10 saat pertandingan pertama dimulai. Setelah berjalan beberapa menit, barulah datang ikhwan lainnya. Total yang datang tadi ada 21 orang. Dengan jumlah ini biaya yang harus dibayar per orang menjadi Rp 5.000,00.
Dengan jumlah mencapai 20 orang lebih, di sesi futsal tadi terbentuk 4 tim. Tim 1 dan 2 bermain terlebih dahulu selama 10 menit, dengan skor 4-3 dimenangkan oleh tim 1. Pertandingan berikutnya yang dilakukan oleh tim 3 dan 4 dimenangkan oleh tim 4 dengan skor 2-4. Setelah itu, tim yang menang melawan tim yang menang, yaitu tim 1 melawan tim 4. Tim 4 kalah 2-4. Berikutnya tim yang kalah melawan tim yang kalah, tim 2 melawan tim 3. Tim 3 kalah 2-5.
Sesi futsal kali ini ditutup dengan pertandingan bebas, siapa yang ingin main boleh main. Tercatat di pertandingan penutup tadi ada 14 orang, atau 7 vs 7. Dengan bertiupnya peluit, sesi Futsal kali ini pun berakhir. Sampai jumpa lagi di sesi futsal berikutnya.
Written by: aqSimilar Posts:
KSAI Al Uswah membuka kesempatan bagi teman-teman muslim alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta dan khususnya adik-adik angkatan 2009 untuk bergabung dalam kepengurusan KSAI Al Uswah 2009-2010
download: Formulir Open Rekruitmen Pengurus KSAI Al Uswah 2009-2010 (352.78KB)
added: 09/11/2009
clicks: 19
description: KSAI Al Uswah membuka kesempatan bagi teman-teman dan khususnya adik-adik angkatan 2009 untuk bergabung dalam kepengurusan KSAI Al Uswah 2009-2010.
Similar Posts:
Mohon doa restunya untuk kegiatan-kegiatan KSAI Al Uswah yang akan datang,
dan diharapkan partisipasinya (sekaligus sebagai Undangan):
1. Syawalan Akbar KSAI Al Uswah
Waktu: Sabtu, 10 Oktober 2009 pukul 14.00 WIB – 17.00 WIB
Tempat: Aula Katamso SMA Negeri 1 Yogyakarta
Peserta: segenap Muslim alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta; ADS-ADK se-Kota Jogja (pelajar, alumni, mahasiswa)
Acara:
- Silaturahim bersama Aktivis Dakwah Sekolah & Aktivis Dakwah Kampus se-Kota Jogja
- Talkshow bersama Salim A. Fillah (KSAI 2002) dan Imam Muktiadi (KSAI 2003)
2. Pembukaan Mentoring KSAI Al Uswah
Waktu: Jumat, 16 Oktober 2009 pukul 13.00 WIB – 16.00 WIB
Tempat: SMA Negeri 1 Yogyakarta
Peserta: adik-adik kelas 1 SMA Negeri 1 Yogyakarta
3. Muktamar KSAI Al Uswah
Waktu: Ahad, 18 Oktober 2009
Peserta: segenap Muslim alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta; MAKSAI; KPK; dsb
Acara:
- Membahas AD ART, Struktur, Pemilihan Ketua KSAI, dan Rencana KSAI ke Depan
KSAI Al Uswah mulai tanggal 3-10 Oktober 2009 menggalakan Pekan Infaq
Penggalangan Dana Bantuan untuk Korban Gempa Sumbar 2009.
Gerakan ini ditujukan untuk seluruh Pengurus KSAI, muslim alumni SMA N 1 Jogja,
Para Murobbi/yah + kelompok-kelompok binaannya (Mentoring, KIP, PUKAT).
Bagi Anda yang mau menyalurkan bantuan melalui KSAI,
bisa menghubungi Departemen Perekonomian KSAI atau melalui Rekening KSAI Al Uswah.
Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga terkait (PKPU DIY, dsb)
Similar Posts:

Kali Oya, Alas Bunder, Kecamatan Playen, Gunungkidul
<! st1\:*{behavior:url(#ieoou
Mendaki gunung lewati lembah..…sungai mengalir indah ke samudra…..bersama teman bertualang…..
(soundtrack Ninja Hattori)
Agaknya lagu itu mampu mewakili apa yang dirasakan oleh siswa-siswi kelas XI SMA N 1 Yk yang pada 9 Agustus 2009 lalu mengikuti Rihlah Mentoring yang diselenggarakan oleh KSAI Al Uswah. Rihlah Mentoring ini adalah salah satu program dari Subdepartemen Mentoring Departemen Pembinaan KSAI Al Uswah, terselenggara atas bantuan segenap pengurus dan simpatisan KSAI Al Uswah dengan Tim Cemara sebagai konseptor acara ini.
Meskipun cuaca hari itu cukup terik, para peserta Rihlah Mentoring yang berjumlah sekitar 90 orang antusias menjalani tantangan demi tantangan yang diberikan. Hamparan perbukitan yang ditumbuhi pohon-pohon kayu putih, sungai Oya yang jernih meliuk bak ular yang besar dan sangat panjang, semilir angin sepoi khas daerah pegunungan dan hangatnya sinar mentari menawarkan berjuta pengalaman baru berinteraksi langsung dengan alam liar. Di sanalah para peserta harus melakukan berbagai tantangan seru yang telah disiapkan oleh Tim Cemara. Mulai dari pemanasan, mencari informasi di pabrik minyak kayu putih, pembibitan tanaman dan tempat penangkaran rusa Timor, kemudian turun ke sungai yang penuh dengan permainan asyik: Human Tower, Ball Messenger, Crazy Pipe, Scuba Diving dan Water Estafet. Rihlah Mentoring kali ini berbeda dengan kegiatan-kegiatan outbond lain yang pernah dirancang oleh Tim Cemara. Dengan mengambil tema We Love Mentoring, rihlah kali ini diset agar para peserta dapat mentadabburi alam sekitar sambil merefresh pikiran setelah sekian lama berkutat dengan buku pelajaran. Mereka mencoba hal-hal baru dalam rihlah kali ini, seperti shalat di alam terbuka dan berjalan sambil menghafalkan ayat suciNya.
Selain itu, dalam setiap aktivitas pada tiap pos tidak ada penjaga pos yang memberikan instruksi seperti acara-acara outbond Tim Cemara pada umumnya. Instruksi umum diberikan di awal perjalanan sedangkan instruksi khusus terkait cara permainan tertulis di tiap pos. Jadi, tiap kelompok yang dibersamai oleh 1-3 pemandu melakukan aktivitas rihlah secara mandiri.
Acara rihlah yang direncanakan dapat dimulai pukul 7 pagi ternyata mundur hingga sekitar pukul 10 peserta baru tiba di kawasan Alas Bunder. Meskipun sempat molor, secara keseluruhan acara rihlah berjalan lancar. Para peserta tampak menikmati perjalanan mereka dari awal hingga acara berakhir saat matahari mulai terbenam. Mereka mengaku senang telah mengikuti Rihlah Mentoring ini.
Tak lupa, sebagai memorial atas acara Rihlah Mentoring, Pengelola Mentoring membuat sebuah mading Rihlah Mentoring yang berisi foto-foto kegiatan rihlah dan komentar para peserta mengenai rihlah tersebut. Mading ini dipajang selama beberapa hari di papan pengumuman SMA N 1. Tentunya hal ini membuat Rihlah Mentoring tahun ini terasa makin istimewa. Semoga acara-acara mentoring selanjutnya dapat lebih sukses dan lebih baik lagi.
We Love Mentoring !!!

peserta rihlah melakukan pemanasan

mentoring di alam :)

crazy pipe

scuba diving

water estafet
Mendaki gunung lewati lembah..…sungai mengalir indah ke samudra…..bersama teman bertualang….. (soundtrack Ninja Hattori)
Agaknya lagu itu mampu mewakili apa yang dirasakan oleh siswa-siswi kelas XI SMA N 1 Yk yang pada 9 Agustus 2009 lalu mengikuti Rihlah Mentoring yang diselenggarakan oleh KSAI Al Uswah. Rihlah Mentoring ini adalah salah satu program dari Subdepartemen Mentoring Departemen Pembinaan KSAI Al Uswah, terselenggara atas bantuan segenap pengurus dan simpatisan KSAI Al Uswah dengan Tim Cemara sebagai konseptor acara ini.
Meskipun cuaca hari itu cukup terik, para peserta Rihlah Mentoring yang berjumlah sekitar 90 orang antusias menjalani tantangan demi tantangan yang diberikan. Hamparan perbukitan yang ditumbuhi pohon-pohon kayu putih, sungai Oya yang jernih meliuk bak ular yang besar dan sangat panjang, semilir angin sepoi khas daerah pegunungan dan hangatnya sinar mentari menawarkan berjuta pengalaman baru berinteraksi langsung dengan alam liar. Di sanalah para peserta harus melakukan berbagai tantangan seru yang telah disiapkan oleh Tim Cemara. Mulai dari pemanasan, mencari informasi di pabrik minyak kayu putih, pembibitan tanaman dan tempat penangkaran rusa Timor, kemudian turun ke sungai yang penuh dengan permainan asyik: Human Tower, Ball Messenger, Crazy Pipe, Scuba Diving dan Water Estafet. Rihlah Mentoring kali ini berbeda dengan kegiatan-kegiatan outbond lain yang pernah dirancang oleh Tim Cemara. Dengan mengambil tema We Love Mentoring, rihlah kali ini diset agar para peserta dapat mentadabburi alam sekitar sambil merefresh pikiran setelah sekian lama berkutat dengan buku pelajaran. Mereka mencoba hal-hal baru dalam rihlah kali ini, seperti shalat di alam terbuka dan berjalan sambil menghafalkan ayat suciNya. Selain itu, dalam setiap aktivitas pada tiap pos tidak ada penjaga pos yang memberikan instruksi seperti acara-acara outbond Tim Cemara pada umumnya. Instruksi umum diberikan di awal perjalanan sedangkan instruksi khusus terkait cara permainan tertulis di tiap pos. Jadi, tiap kelompok yang dibersamai oleh 1-3 pemandu melakukan aktivitas rihlah secara mandiri.
Acara rihlah yang direncanakan dapat dimulai pukul 7 pagi ternyata mundur hingga sekitar pukul 10 peserta baru tiba di kawasan Alas Bunder. Meskipun sempat molor, secara keseluruhan acara rihlah berjalan lancar. Para peserta tampak menikmati perjalanan mereka dari awal hingga acara berakhir saat matahari mulai terbenam. Mereka mengaku senang telah mengikuti Rihlah Mentoring ini.
Tak lupa, sebagai memorial atas acara Rihlah Mentoring, Pengelola Mentoring membuat sebuah mading Rihlah Mentoring yang berisi foto-foto kegiatan rihlah dan komentar para peserta mengenai rihlah tersebut. Mading ini dipajang selama beberapa hari di papan pengumuman SMA N 1. Tentunya hal ini membuat Rihlah Mentoring tahun ini terasa makin istimewa. Semoga acara-acara mentoring selanjutnya dapat lebih sukses dan lebih baik lagi.
We Love Mentoring !!! :)
Similar Posts:
Oleh: Arif Darmawan (2007) – Pengelola KIP-PUKAT Dept. Pembinaan KSAI Al Uswah
Pada akhirnya, da’wah adalah tentang karnaval jiwa-jiwa
Romantika itu. Bukankah ‘Itu’ adalah sesuatu yang jauh, sakral, tak terjangkau, suci dan teramat agung? Itulah alasan mengapa Allah menggunakannya ketika menunjuk Al-Qur’an. Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi. (Al-Baqarah 2) -Begitu kira-kira kesimpulan Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah tentang Al-Qur’an yang terjaga di Lauh Al Mahfudz. Lalu pertanyaannya, apa yang terjadi misal, romantika itu kini hadir di tengah pertaubatan? Anis Matta menjawab: keagungan.
Maka ‘romantika itu’ lah yang kini hilang dari umat Islam. Kenangan romantisme peradaban. Padahal sholat kita sama dengan nabi, ngaji kita dengan bacaan yang sama, puasa kita sama, haji kita tak ada yang berubah. Ada -Ar-ruuh fii jasadil ummat- yang hilang. Ada ruh yang hilang. Kita sholat misalnya, seperti sebuah ritual rutin tanpa makna.
Itulah yang dirasakan Imam Al-Ghazali ketika pasukan salib pada akhirnya menyerang umat Islam. Umat Islam kehilangan ruh-nya. Mereka terjebak pada perpecahan madzab, terjebak pada kerancuan filsafat –karena inilah beliau menulis tahafut al falasifah-, terjebak pada praktik-praktik tahayul. Sehingga, pada akhirnya pendekatan fikih belum cukup menyatukan umat ini. Sebagian pasti akan berkata: “madzab fikih Antum sesat!”. Lalu ada yang berkata: “Akhi, da’wah kok lewat politik, itu sistem kafir Akh!!”. Kemudian ada yang emosi: “Dikit-dikit kok bid’ah, dikit-dikit dikafirkan!” Dan seterusnya. Pada akhirnya, kita akan mengambil tugas malaikat: “Eh, Antum dan kelompok Antum kayaknya masuk neraka deh!!? Surga sudah kami pesen karena ‘partai’ kami sama.” Mengerikan!!!
Saya membayangkan di zaman perang salib, ada tawuran antar madrasah. Menggelikan, namun ini serius. Antar madzab fikih saling serang. Saling membid’ahkan hanya kadang masalah sepele –masalah qunut atau tanpa qunut misalnya-. Inilah yang membuat Al-Ghazali prihatin. Inilah salah satu sebab mengapa Al-Ghazali kemudian menulis kitabnya yang terkenal itu “Ihya’ Ulumuddin”.
Ihya’ ulumuddin berarti menghidupkan ilmu-ilmu agama. Menghidupkan ‘cahaya’ agama. Karena;
“Kegelapan ternyata begitu rapuh. Ia tak sanggup menghadapi cahaya sekecil apapun. Saya suka kaidah ini; cara mengusir gelap bukan dengan menyuruhnya pergi, tapi hadirkanlah cahaya. Dan ungkapan paradoks itu; cinta adalah perangkap. Ketika dia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya”
Luar biasanya lagi, Allah menggunakan cahaya dalam bentuk tunggal an-nuur. Sedangkan kegelapan dengan bentuk jamak/plural: ad-dzulumat.. (Q.S 2:257). Kebenaran hanyalah satu, dan kegelapan selalu banyak. Efek dari hal seperti akan luar biasa; salah satunya tentang powerfull-nya konsep tauhid dalam Islam. –kita tidak sedang membahas ini.-
Cahaya memang powerfull, sehingga pendekatan cahaya atau ‘tasawuf’ atau ‘romantika itu’ atau ruh-nya Al-ghazali lagi-lagi menang. Kelak dari madrasahnya Al-Ghazali –Nidzamiyah- akan muncul Sholahuddin Al-Ayyubi yang akan memerangi pasukan Salib dengan gagahnya. Tanpa mengecilkan seorang Sholahuddin Al-Ayyubi –yang sebenanya seorang juru bicara-, beliau ‘hanyalah’ produk dari kerangka Ghazali. Sholahuddin adalah pewaris semangat, ruh, militansi dari apa-apa yang sudah dipersiapkan sang Al-Ghazali. Fantastis..
Untukmu para da’i;
Pada akhirnya, da’wah adalah karnaval panjang jiwa-jiwa. Al-Ghazali -dalam beberapa hal- pernah memulainya dan mewariskan kepada generasi setelahnya. Kenangan memang tidak tersimpan dalam peristiwa, tapi pada jiwa-jiwa yang bermain dalam ruang-ruang itu. Kita hadirkan kenangan ‘itu’ dalam romantisme peradaban saat ini.
Saya mencoba; untuk hadir kepada Antum semua, menyapa dan ‘agak kurang ajar’ berani bicara. Tulisan memang entitas yang hidup. Untuk Arifah, maaf sudah menunggu. Fahmi, tentang nasehat2nya. Mas Hasan -ilmu-ilmunya-.
Yang lain-lain ingin saya sebut dalam hati. (GM’s style)
2 syawal 1430 HSimilar Posts:
- None Found
Ikhwan dan akhwat sekalian, artikel ini mungkin sudah pernah antum baca sebelumnya di SAKSI No.7 Th VII 5 Januari 2005, semoga bisa mengingatkan kembali dan bagi yang belum baca semoga menjadi masukan yang berarti.
Seorang murabbi yang baru saja membuka acara liqo tarbawinya, tiba-tiba menertima SMS dari mutarabbinya. Isinya singkat : “Afwan ustazd, saya tidak bisa hadir, sedang ada urusan lain”.
Saat liqo itu berjalan setengah main, salah seorang anggota halaqoh menerima SMS, isi pesan ternyata dari teman sesama aktivis dakwah kampus berbunyi : “Akh saya dapat forward SMS, katanya aleg kita di DPRD minta fasilitas mobil. Murabbi antum kan orang DPP, tanyain ya…?” Ketika SMS itu dikonfirmasi ke sang murabbi, anggota yang lain menimpali,”Iya…saya juga dapat SMS yang senada. Katanya malah dari anggota Dewan Syari’ah!” Walhasil, diskusi di liqo bukan lagi tentang materi tarbiyah, tetapi beralih ke soal SMS.
Kisah lain terjadi dibulan Ramadhan. Seorang aktivis da’wah kampus dikejutkan dari tidur malamnya. Pasalnya, jam 01.15 pagi masuk SMS. Isinya “bagus” : “Ass,ukhtifillah, jangan biarkan malam menenggelamkan dirimu dalam tidur yang panjang. Bangun dan sujudlah ke hadapan Rabbul-Izzati. Dari sahabat seperjuangan”. Tertera dalam file nama : Irfan-mas’ul da’wah fakultas. Sang akhwat semula tertegun. “Kok sempet-sempetnya kirim SMS jam segini?! gumamnya dalam hati. Namun tanpa sadar, jari-jemari tangannya yang lentik mulai memencet tombol HP-nya. Reply:”Jazakallah khair, jangan bosen ya ngingetin saya…”
Biar lebih lengkap saya tambahkan kisahnya. Seorang akh yang menjadi pengurus DPW ditegur mas’ulnya karena tidak hadir rapat tanpa kabar. Mau tahu apa yang terjadi?Akh itu saat ditegur, balik bertanya :”Hah! memang kemarin ada rapat?’ Sang mas’ul tak kalah sengit:”Antum gimana…?! Kan undangannya sudah di SMS ke semua pengurus?” Mendengar itu, ia akhirnya menjelaskan :”Wah afwan, kemarin HP saya mati seharian…”
Inilah sebagian pemandangan baru yang mulai menjadi realita dalam kehidupan da’wah kita. Realitas yang tidak mungkin ditolak karena HP menjadi bagian dari perkembangan teknologi global.HP menjadi sarana komunikasi baru yang “genit, mudah, sangat pribadi walau relatif high-cost “. Bagi da’wah HP bukanlah barang haram. tergantung nawaytu nya saja. Ia adalah sarana untuk meraih ridho Allah SWT.
Seseorang yang menggunakan HP bukan hanya ukuran daya ekonominya meningkat. Tetapi-husnuzh-zhan nya ukuran daya da’wahnya juga meningkat.Sehingga da’wah akan semakin berkembang bila semakin banyak aktivitas da’wah yang menggunakan HP. Bahkan dalam pandangan tathwir tarbawi ,ia bisa menjadi wasilahbaru pengembangan tarbiyah. Misalnya dibuat sistem jaringan SMS kader, dimana setiap sepekan sekali Presiden DPP menyampaikan “Khatib Qiyadi” atau arahan kepemimpinannya. Bagi para murabbi, HP dengan spesifikasi yang canggih seperti PDA atau smart-phone bisa menjadi direktori materi tarbiyah dilengkapi dengan file AlQur’an dan kitab-kitab hadist.
Namun, saya ingin menyoroti dari sisi lain pada kasus pertama. HP dan SMSnya telah mereduksi pola serta adab hubungan antara mutarabbi-murabbi. SMS “menggoda” mutarabbi untuk memfait-accomply sang murabbi dengan hanya menerima pemberitahuan dan bukan permintaan ijin. BIla ini terus-menerus berlangsung, maka SMS berubah menjadi “Sarana Mematikan Sensitivitas”.
Pada kasus kedua, SMS menjadi sarana diseminasi penyebaran berita,apapun berita itu. Kita mengenal prinsip tabayyun dalam masalah ini. Tapi fasilitas forward to many sering mengiring kita untuk menebar berita daripada mentabayyun berita. Repotnya bila berita itu mengandung “syubhat” yang menjurus pada fitnah. Kita pernah mengalami ini pada pemilu yang lalu. Jika cara-cara seperti ini berlanjut, maka SMS menjelma sebagai “Sarana Menebar Sas-sus”. .
Gawatnya, bila diimbuhkan editing dengan kalimat :”Ini dari orang DPP atau “ini dari orang Dewan Syari’ah”.
Nah yang menarik pada kasus ketiga. Adalah benar bahwa “Ad-Dien an-Nashihah”- agama adalah nasehat. salah satu tradisi kita adalah saling bertaushiyah untuk kemaslahatan da’wah. Saya percaya niat baik ikhwan mas-ul da’wah fakultas adalah ber-taushiyah kepada akhwat itu, walau dilakukan jam 01.15 pagi. Namun ketika HP merupakan sarana komunikasi yang sangat personal, nuansa perasaan dan imajinasi sangat berpeluang untuk ikut terlibat. saya menemukan sejumlah kasus dan ingin memberi warning bahwa SMS bisa merangsang kita untuk menjadikannya sebagai “Sarana Menuju Selingkuh”..
Pada kasus keempat, SMS memang sangat membantu kecepatan dan efisiensi kerja manajemen da’wah. Undangan rapat bila dikirim lewat SMS dengan pola grouping , akan sangat cepat terkirim kurang dari 5 menit. Kita tidak perlu cetak dan foto copy surat undangan berlembar-lembar. jadi prosesnya cepat dan efisien. Tapi pada sisi yang lain, komunikasi organisasi menjadi mekanistik. Jangan-jangan nanti ada seorang mas’ul menegur stafnya melalui SMS.
Yang perlu diingat, landasan paling mendasar dalam hubungan organisasi dan hubungan antar personal pada da’wah adalah ‘alaqah qalbiyah-ruhiyah’ .Organisasi da’wah kita bukanlah lembaga bisnis atau birokrasi pemerintahan. Soliditas organisasi da’wah sangat ditentukan oleh tingkat hubungan hati dan ruhiyah antara qiyadah dan junudnya. dan ini tidak boleh disabotase oleh SMS, sehingga bisa menjadi “Sarana Mengeringkan Suasana”. Kehidupan hubungan organisasi atau manajemen da’wah menjadi kering, lemah dalam sentuhan manusiawi. Dan bukankah dalam suasana Iedul Fitri, SMS telah merampas hak dan kewajiban kita untuk saling silaturahim secara langsung?
Ikhwan dan akhwat sekalian, saya bukan sedang mengajak kita mem-blokir sarana SMS.Tapi sekedar mengingatkan bahwa kehidupan da’wah dan tarbiyah kita bisa mudah dan juga bisa rusak oleh satu sarana yang bernama SMS. Wallaahu A’lam bis-showab.
Ust. Mahfuz SidikSimilar Posts:
- None Found
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd !
Segenap Pengurus KSAI Al Uswah masa bakti 2008-2009 mengucapkan,
Taqobbalallahu Minna wa Minkum.
Shiyamana wa Shiyamakum. Ruku’ana wa Ruku’akum.
Sujudana wa Sujudakum. Qiyamana wa Qiyamakum.
Waja’alanallahu Minal ‘Aidin wal Faidzin.
Kullu Aamin wa Antum bi Khoirin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan 1431 H.
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga Idul Fitri tahun ini benar-benar membawa perubahan pada diri kita, kehidupan rumah tangga kita, masyarakat kita, pemerintahan kita, sehingga benar-benar menjadi bangsa yang “Baldatun Thoyibatun wa Robbun Ghofur”, bangsa yang makmur dan sejahtera pada semua lapisan masyarakatnya -bukan saja para pemimpin dan kaum elitnya saja- dan bangsa yang selalu mendapatkan lindungan, naungan, bimbingan dan ampunan Allah SWT.
![]()
Similar Posts:
- None Found


(soundtrack Ninja Hattori)