Catatan Dede Yusuf
Lihat: Lengkap | Ringkas
Sabtu, 2 Januari 2010, digelar acara do'a bersama bagi keselamatan bangsa dan negara. Tempatnya di Pondok Pesantren Al Istiqomah Pacet, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Acara dihadiri para jamaah dari berbagai daerah di Jabar dan sejumlah kyai. Acaranya Gebyar Muharam, Tablig Akbar, dan Istigosah.
Memasuki awal Tahun 2010, kita berdo'a semoga Jawa Barat tetap kondusif dari semua segi kehidupan sehingga upaya pemerintah untuk meningkatkan kemakmuran bersama bisa cepat terwujud. Bersama para kyai dan jamaah istigosah, kita berdo'a semoga bangsa dan negara Indonesia dijauhkan dari segala marabahaya, bencana alam, dan kerawanan sosial politik.
Kita isi 2010 dengan sikap positif, kerja produktif, penuh kreasi dan inovasi demi kemajuan rakyat Jawa Barat dan kejayaan bangsa Indonesia. Ayo!
Memasuki awal Tahun 2010, kita berdo'a semoga Jawa Barat tetap kondusif dari semua segi kehidupan sehingga upaya pemerintah untuk meningkatkan kemakmuran bersama bisa cepat terwujud. Bersama para kyai dan jamaah istigosah, kita berdo'a semoga bangsa dan negara Indonesia dijauhkan dari segala marabahaya, bencana alam, dan kerawanan sosial politik.
Kita isi 2010 dengan sikap positif, kerja produktif, penuh kreasi dan inovasi demi kemajuan rakyat Jawa Barat dan kejayaan bangsa Indonesia. Ayo!
Tepat di malam pergantian tahun, Pemprov Jabar juga memberikan penghargaan kepada 19 seniman, budayawan, dan pelaku pariwisata yang dianggap berjasa memajukan kebudayaan Sunda dan pembangunan di Jawa Barat.
Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat itu rutin dilakukan setiap akhir tahun di Gedung Merdeka. Penerima penghargaan mendapatkan uang, piagam, dan plakat berlambang Pemprov Jabar. Penghargaan ini diberikan agar semua kalangan makin perduli dengan potensi seni, budaya, dan pariwisata di Jabar.
Tahun 2009, tercatat 450.000 wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Jawa Barat. Sementara wisatawan nusantara (wisnu) mencapai 27,5 juta orang. Kedatangan wisman dan wisnu bisa meningkat berlipat jika saja program-program pengembangan seni budaya dan pariwisata berjalan lebih baik lagi.
Saat ini, potensi unggulan wisata di Jabar praktis tidak berubah. Yang jadi ikon penting dan dipasarkan hanya Gunung Tangkuban Perahu (Bandung Barat dan Subang), Pantai Pangandaran (Kab Ciamis), Pantai Pelabuhan Ratu (Kab Sukabumi), dan wisata belanja di Kota Bandung.
Padahal, potensi wisata bisa dikembangkan di wilayah Cirebon (wisata religi dan budaya), wilayah selatan Kab Tasik, Garut, Cianjur, dan Sukabumi, juga ragam khas seni dan budaya daerah yang sangat unik dan menarik seperti Tari Jaipongan, Sisingaan (Subang), Angkung (Saung Udjo Bandung), dan beragam potensi agrowisata di 26 kabupaten/kota di Jabar.
Rupanya tidak mudah membuka destinasi dan memasarkan potensi baru wisata di Jabar. Selain belum adanya visi bersama di kalangan pemerintah (Pemprov dan kabupaten/kota), juga dukungan politis dari legislatif (DPRD) masih sangat minimal. Karena Budaya dan pariwisata masih merupakan prioritas kedua dalam IPM (index pembangunan manusia). Akhirnya banyak program usulan pengembangan seni budaya, dan pariwisata yang tidak terakomodir dalam rapat anggaran APBD.
Di sinilah pentingnya dorongan semua pihak, terutama dunia usaha dan para komunitas independen (sanggar, seniman, budayawan, travel agent, dll) untuk terus mendorong agar ata satu visi dan gerakan bersama memajukan dunia seni, budaya, dan pariwisata Jabar.
Untuk Tahun 2009, berikut para penerima Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat
1. Moh Aim Salim (seniman tari Sunda)
2. Herry Dim (pelukis)
3. Handoyo (seniman tari)
4. Moh Yasin (inovator pop Sunda)
5. Komunitas Pelukis Jelekong
6. Getar Pakuan (sanggar seni)
7. Aam Amilia (sastrawan)
8. Godi Suwarna (sastrawan)
9. Iwan Abdullrachman (pencipta lagu "Melati dari Jayagiri")
10. Uka Tjandrasasmita (arkeolog)
11. Kusman Kartanagara alias Aom Kusman (presenter/seniman)
12. Sule Setiawan (komedian/presenter)
13. Armand Maulana (penyanyi pop)
14. PT Mekar Unggul Sari (pengelola Taman Buah Mekarsari)
15. Dharmadi (maskapai penerbangan AirAsia)
16. Misriyadi (pendidikan pariwisata),
17. Roby Tjahyadi alias Bob Doank (pemilik RM Sapulidi),
18. Cecep Rukmana (pemilik Hotel Panghegar),
19. Agus Pakpahan (Deputi Kementerian BUMN)
Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat itu rutin dilakukan setiap akhir tahun di Gedung Merdeka. Penerima penghargaan mendapatkan uang, piagam, dan plakat berlambang Pemprov Jabar. Penghargaan ini diberikan agar semua kalangan makin perduli dengan potensi seni, budaya, dan pariwisata di Jabar.
Tahun 2009, tercatat 450.000 wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Jawa Barat. Sementara wisatawan nusantara (wisnu) mencapai 27,5 juta orang. Kedatangan wisman dan wisnu bisa meningkat berlipat jika saja program-program pengembangan seni budaya dan pariwisata berjalan lebih baik lagi.
Saat ini, potensi unggulan wisata di Jabar praktis tidak berubah. Yang jadi ikon penting dan dipasarkan hanya Gunung Tangkuban Perahu (Bandung Barat dan Subang), Pantai Pangandaran (Kab Ciamis), Pantai Pelabuhan Ratu (Kab Sukabumi), dan wisata belanja di Kota Bandung.
Padahal, potensi wisata bisa dikembangkan di wilayah Cirebon (wisata religi dan budaya), wilayah selatan Kab Tasik, Garut, Cianjur, dan Sukabumi, juga ragam khas seni dan budaya daerah yang sangat unik dan menarik seperti Tari Jaipongan, Sisingaan (Subang), Angkung (Saung Udjo Bandung), dan beragam potensi agrowisata di 26 kabupaten/kota di Jabar.
Rupanya tidak mudah membuka destinasi dan memasarkan potensi baru wisata di Jabar. Selain belum adanya visi bersama di kalangan pemerintah (Pemprov dan kabupaten/kota), juga dukungan politis dari legislatif (DPRD) masih sangat minimal. Karena Budaya dan pariwisata masih merupakan prioritas kedua dalam IPM (index pembangunan manusia). Akhirnya banyak program usulan pengembangan seni budaya, dan pariwisata yang tidak terakomodir dalam rapat anggaran APBD.
Di sinilah pentingnya dorongan semua pihak, terutama dunia usaha dan para komunitas independen (sanggar, seniman, budayawan, travel agent, dll) untuk terus mendorong agar ata satu visi dan gerakan bersama memajukan dunia seni, budaya, dan pariwisata Jabar.
Untuk Tahun 2009, berikut para penerima Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat
1. Moh Aim Salim (seniman tari Sunda)
2. Herry Dim (pelukis)
3. Handoyo (seniman tari)
4. Moh Yasin (inovator pop Sunda)
5. Komunitas Pelukis Jelekong
6. Getar Pakuan (sanggar seni)
7. Aam Amilia (sastrawan)
8. Godi Suwarna (sastrawan)
9. Iwan Abdullrachman (pencipta lagu "Melati dari Jayagiri")
10. Uka Tjandrasasmita (arkeolog)
11. Kusman Kartanagara alias Aom Kusman (presenter/seniman)
12. Sule Setiawan (komedian/presenter)
13. Armand Maulana (penyanyi pop)
14. PT Mekar Unggul Sari (pengelola Taman Buah Mekarsari)
15. Dharmadi (maskapai penerbangan AirAsia)
16. Misriyadi (pendidikan pariwisata),
17. Roby Tjahyadi alias Bob Doank (pemilik RM Sapulidi),
18. Cecep Rukmana (pemilik Hotel Panghegar),
19. Agus Pakpahan (Deputi Kementerian BUMN)
Penampilan Ibu-Ibu Dharma Wanita dan Tim Penggerak PKK Jawa Barat. Ibu Nety Heryawan dan Ibu Sendy Yusuf jadi vokalis.
Menjelang pergantian akhir tahun, Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika), Pak Tifatul Sembiring, meresmikan pemancar relay TVRI di empat daerah di Indonesia, salah satunya stasiun di Panyandakan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Acara peresmian dipusatkan di Gedung Merdeka Bandung, 31 Desember 2009, dihadiri direksi dan dewan pengawas TVRI juga Pak Gubernur. Acara tersebut dipaketkan dalam rangkaian pergelaran seni budaya menjelang pergantian tahun di Gedung Merdeka.
Dengan perluasan stasiun pemancar, kita berharap TVRI makin jelas kualitas gambarnya. Sebagai LPP (lembaga penyiaran publik), TVRI harus menjadi corong utama dalam proses edukasi dan penyebaran informasi pembangunan bagi masyarakat.
Kita menyadari TVRI makin tersisih oleh TV swasta yang program-programnya makin inovatif dan kreatif. Tapi apa pun kondisinya, keberadaan TVRI tetap diperlukan oleh bangsa ini. Kita berharap kondisi TVRI bisa kembali dicintai dan menjadi saluran informasi utama bagi masyarakat.
Ayo kita dorong agar LPP TVRI terus berbenah diri. Pasti bisa!
Acara peresmian dipusatkan di Gedung Merdeka Bandung, 31 Desember 2009, dihadiri direksi dan dewan pengawas TVRI juga Pak Gubernur. Acara tersebut dipaketkan dalam rangkaian pergelaran seni budaya menjelang pergantian tahun di Gedung Merdeka.
Dengan perluasan stasiun pemancar, kita berharap TVRI makin jelas kualitas gambarnya. Sebagai LPP (lembaga penyiaran publik), TVRI harus menjadi corong utama dalam proses edukasi dan penyebaran informasi pembangunan bagi masyarakat.
Kita menyadari TVRI makin tersisih oleh TV swasta yang program-programnya makin inovatif dan kreatif. Tapi apa pun kondisinya, keberadaan TVRI tetap diperlukan oleh bangsa ini. Kita berharap kondisi TVRI bisa kembali dicintai dan menjadi saluran informasi utama bagi masyarakat.
Ayo kita dorong agar LPP TVRI terus berbenah diri. Pasti bisa!
Banyak cara yang digelar oleh berbagai komunitas masyarakat untuk menyambut datanganya Tahun Baru 2010. Sebagai bangsa, kita tentu saja berduka amat dalam atas wafatnya Presiden ke-4 RI, Bapak KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Tapi, pemerintah tidak bisa melarang prakarsa dan kreasi warga masyarakat untuk menutup tahun 2009 dan menyambut tibanya Tahun 2010. Banyak acara yang digelar masyarakat mulai dari zikir bersama, istighosah, hiburan, sampai konvoi keliling kota seperti yang banyak dilakukan komunitas kreatif Kota Bandung.
Pemprov Jabar mengisi detik-detik pergantian tahun dengan menggelar apresiasi dan kreasi seni budaya di Gedung Merdeka, Jl Asia Afrika Bandung. Pemprov Jabar juga memberikan penghargaan kepada 16 pelaku seni budaya yang berdedikkasi tinggi bagi kemajuan Sunda dan Jawa Barat. Usai kreasi seni di Gedung Merdeka, digelar juga acara zikir bersama di Masjid Pusdai Bandung. Kebetulan pergantian akhir tahun ditandai juga dengan Gerhana Bulan.
Dalam rangkaian kegiatan bersama masyarakat, saya memilih bergabung dengan komunitas Sepeda Ontel. Masyarakat dan kawula muda Kota Bandung tampak antusias mengisi pergantian tahun dengan meluber ke pusat-pusat keramaian, termasuk keliling dengan sepeda motor, sepeda ontel, dan mobil.
Asyik juga bisa keliling seputar Gedung Merdeka dengan naik Sepeda Ontel. Sepanjang jalan yang dilalui, masyarakat tampak menyemut di berbagai sudut jalan Asia Afrika, Braga, Cikapundung, dan Naripan.
Ayo isi Tahun 2010 dengan kegiatan kreatif dan inovatif. Go Indonesia, Jabar terdepan!
Tapi, pemerintah tidak bisa melarang prakarsa dan kreasi warga masyarakat untuk menutup tahun 2009 dan menyambut tibanya Tahun 2010. Banyak acara yang digelar masyarakat mulai dari zikir bersama, istighosah, hiburan, sampai konvoi keliling kota seperti yang banyak dilakukan komunitas kreatif Kota Bandung.
Pemprov Jabar mengisi detik-detik pergantian tahun dengan menggelar apresiasi dan kreasi seni budaya di Gedung Merdeka, Jl Asia Afrika Bandung. Pemprov Jabar juga memberikan penghargaan kepada 16 pelaku seni budaya yang berdedikkasi tinggi bagi kemajuan Sunda dan Jawa Barat. Usai kreasi seni di Gedung Merdeka, digelar juga acara zikir bersama di Masjid Pusdai Bandung. Kebetulan pergantian akhir tahun ditandai juga dengan Gerhana Bulan.
Dalam rangkaian kegiatan bersama masyarakat, saya memilih bergabung dengan komunitas Sepeda Ontel. Masyarakat dan kawula muda Kota Bandung tampak antusias mengisi pergantian tahun dengan meluber ke pusat-pusat keramaian, termasuk keliling dengan sepeda motor, sepeda ontel, dan mobil.
Asyik juga bisa keliling seputar Gedung Merdeka dengan naik Sepeda Ontel. Sepanjang jalan yang dilalui, masyarakat tampak menyemut di berbagai sudut jalan Asia Afrika, Braga, Cikapundung, dan Naripan.
Ayo isi Tahun 2010 dengan kegiatan kreatif dan inovatif. Go Indonesia, Jabar terdepan!
Puji syukur, program menginap di rumah warga bisa saya lakukan lagi. Dua hari menjelang pergantian tahun, saya sengaja menginap di kampung, tepatnya di Desa Bunijaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.
Program mondok di rumah warga ini dalam rangkaian kunjungan kerja di Bandung Barat, setelah seharian meninjau berbagai fasilitas pembangunan di Kecamatan Batujajar, Kecamatan Cililin, Kecamatan Sindangkerta, dan menembus objek wisata baru Curug Malela di Kecamatan Rongga, pada tanggal 29-30 Desember 2009.
Setelah disibukan berbagai acara di kantor dan kegiatan resmi pemerintahan, enak rasanya bisa berbaur dan menginap di rumah warga. Apalagi rumahnya masih rumah panggung yang kini sudah jarang ditemui lagi. Kondisi perkampungannya juga masih alami karena Gunung Halu dikenal sebagai salah satu daerah terpencil di Bandung Barat.
Enak rasanya bisa menikmati makanan khas kampung yang dibuat ibu-ibu pengurus desa. Bisa ''siduru'' (menghangatkan badan) dari tungku api yang kini sangat jarang ditemui lagi di rumah warga. Program mondok di kampung ini makin lengkap karena di malam hari biasanya digelar sambung rasa dengan warga setempat.
Dalam acara sambung rasa itulah, biasanya segala unek-unek dan aspirasi disampaikan warga ke saya. Berbagai kritik, usulan, dan permintaan disampaikan secara terbuka. Kita sengaja tidak protokoler biar masyarakat leluasa menyampaikan gagasan, aspirasi, dan permintaan kepada pemerintah.
Di situlah indahnya komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Aspirasi bisa diserap langsung tanpa ada peluang laposan ABS (asal bapak senang) dari staf.
Program mondok di rumah warga ini dalam rangkaian kunjungan kerja di Bandung Barat, setelah seharian meninjau berbagai fasilitas pembangunan di Kecamatan Batujajar, Kecamatan Cililin, Kecamatan Sindangkerta, dan menembus objek wisata baru Curug Malela di Kecamatan Rongga, pada tanggal 29-30 Desember 2009.
Setelah disibukan berbagai acara di kantor dan kegiatan resmi pemerintahan, enak rasanya bisa berbaur dan menginap di rumah warga. Apalagi rumahnya masih rumah panggung yang kini sudah jarang ditemui lagi. Kondisi perkampungannya juga masih alami karena Gunung Halu dikenal sebagai salah satu daerah terpencil di Bandung Barat.
Enak rasanya bisa menikmati makanan khas kampung yang dibuat ibu-ibu pengurus desa. Bisa ''siduru'' (menghangatkan badan) dari tungku api yang kini sangat jarang ditemui lagi di rumah warga. Program mondok di kampung ini makin lengkap karena di malam hari biasanya digelar sambung rasa dengan warga setempat.
Dalam acara sambung rasa itulah, biasanya segala unek-unek dan aspirasi disampaikan warga ke saya. Berbagai kritik, usulan, dan permintaan disampaikan secara terbuka. Kita sengaja tidak protokoler biar masyarakat leluasa menyampaikan gagasan, aspirasi, dan permintaan kepada pemerintah.
Di situlah indahnya komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Aspirasi bisa diserap langsung tanpa ada peluang laposan ABS (asal bapak senang) dari staf.
Perayaan Natal 2009 di wilayah hukum Jawa Barat berlangsung lancar dan aman sehingga stabilitas politik dan keamanan nasional tetap terjaga. Ini tentu berkat partisipasi semua warga Jawa Barat, termasuk kesiap-siagaan aparat keamanan di bawah kendali Polda Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi.
Kita berharap situasi kondusif seperti ini terus terjaga selama memasuki Tahun Baru 2010. Prakarsa dan kreativitas masyarakat untuk merayakan baik Natal maupun Tahun Baru tetap harus dibarengi rasa tanggung jawab semua pihak untuk menjaga situasi keamanan dan stabilitas politik. Apalagi Jawa Barat dengan 42 juta rakyat menjadi penopang utama stabilitas nasional, khususnya Ibu Kota Negara di Jakarta.
Bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Timur Pradopo dan Pangdam III/Siliwangi yang baru, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, Pemprov Jabar bersama para bupati dan wali kota di 26 kabupaten/kota di Jabar telah berkomitmen mengerahkan segala sumber daya dan potensi untuk menjaga tetap terpeliharanya stabilitas keamanan dan politik di Tanah Pajajaran.
Komitmen pemerintah ini tentu saja juga menjadi dambaan semua masyarakat. Semoga!
Kita berharap situasi kondusif seperti ini terus terjaga selama memasuki Tahun Baru 2010. Prakarsa dan kreativitas masyarakat untuk merayakan baik Natal maupun Tahun Baru tetap harus dibarengi rasa tanggung jawab semua pihak untuk menjaga situasi keamanan dan stabilitas politik. Apalagi Jawa Barat dengan 42 juta rakyat menjadi penopang utama stabilitas nasional, khususnya Ibu Kota Negara di Jakarta.
Bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Timur Pradopo dan Pangdam III/Siliwangi yang baru, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, Pemprov Jabar bersama para bupati dan wali kota di 26 kabupaten/kota di Jabar telah berkomitmen mengerahkan segala sumber daya dan potensi untuk menjaga tetap terpeliharanya stabilitas keamanan dan politik di Tanah Pajajaran.
Komitmen pemerintah ini tentu saja juga menjadi dambaan semua masyarakat. Semoga!
Bersama Pangdam Siliwangi (Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo) dan Kapolda Jabar
(Irjen Pol Timur Pradopo)
(Irjen Pol Timur Pradopo)
Paguyuban Urang Sunda (PUSunda) di Bali telah berfungsi baik sebagai wadah komunikasi sesama warga Jabar di Bali. PUSunda juga telah berperan aktif dalam program-program sosial dan kemasyarakatan di Bali, terutama di bidang pariwisata.
Banyak produk pariwisata di Bali bahan bakunya berasal dari Jabar. Tidak sedikit juga pelaku pariwisata dan pemilik hotel di Bali ternyata orang asal Jabar. Kita berharap kerja sama wantarwarga masyarakat dua provinsi ini mampu meningkatkan hubungan kerja sama pariwisata antara Provinsi Jabar dan Provinsi Bali.
Saya bersama Wagub Bali, Pak Puspoyoga, telah bicara panjang lebar untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan pariwisata antara Jabar dan Bali. Kepada Wagub Bali saya juga berpesan agar warga Sunda di Bali bisa diberdayakan demi kemajuan Bali.
Bagi warga Sunda di Bali, saya juga berpesan agar bisa berperilaku baik sebagai ''Duta Budaya''. Jati diri dan adat budaya Sunda harus tetap dijaga berdampingan dengan budaya Bali. Bukankah sejarah di masa lampau menunjukan bahwa antara Sunda dan Bali memiliki hubungan budaya yang erat?
Banyak produk pariwisata di Bali bahan bakunya berasal dari Jabar. Tidak sedikit juga pelaku pariwisata dan pemilik hotel di Bali ternyata orang asal Jabar. Kita berharap kerja sama wantarwarga masyarakat dua provinsi ini mampu meningkatkan hubungan kerja sama pariwisata antara Provinsi Jabar dan Provinsi Bali.
Saya bersama Wagub Bali, Pak Puspoyoga, telah bicara panjang lebar untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan pariwisata antara Jabar dan Bali. Kepada Wagub Bali saya juga berpesan agar warga Sunda di Bali bisa diberdayakan demi kemajuan Bali.
Bagi warga Sunda di Bali, saya juga berpesan agar bisa berperilaku baik sebagai ''Duta Budaya''. Jati diri dan adat budaya Sunda harus tetap dijaga berdampingan dengan budaya Bali. Bukankah sejarah di masa lampau menunjukan bahwa antara Sunda dan Bali memiliki hubungan budaya yang erat?
Warga Jawa Barat di Provinsi Bali ternyata sangat besar dan mengakar dengan masyarakat setempat. Mereka bergabung dalam Paguyuban Urang Sunda (PUSunda) di bawah pimpinan R. Jaka. Pak Jaka ini seorang pengusaha sukses di Bali yang berhasil membangun PUSunda hingga memiliki kepengurusan di sembilan kabupaten/kota di Bali.
Sabtu malam, tanggal 19 Desember 2009, PUSunda mengadakan hari jadi kedua di Hotel Resto, Kabupaten Badung, Bali. Acara berlangsung meriah dan ramai dihadiri warga Jabar perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Tampak hadir juga Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna yang kebetulan warga Sunda (Bekasi) dan kini dinobatkan sebagai pembina PUSunda. Bupati Badung, Kasdam Udayana, dan Kapoltabes Denpsar juga ikut berbaur dengan warga Sunda di Bali.
Saya bangga karena warga Jabar di Bali sangat besar dan diterima baik masyarakat Bali. Itu menunjukan kalau warga Sunda itu gampang bergaul dan diterima di mana-mana. Seperti pepatah, Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung''. Artinya, warga Sunda harus membaur dan ikut membangun bersama masyarakat Bali, tapi tetap jangan melupakan sejarah dan melepaskan jati diri sebagai orang Sunda.
Sabtu malam, tanggal 19 Desember 2009, PUSunda mengadakan hari jadi kedua di Hotel Resto, Kabupaten Badung, Bali. Acara berlangsung meriah dan ramai dihadiri warga Jabar perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Tampak hadir juga Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna yang kebetulan warga Sunda (Bekasi) dan kini dinobatkan sebagai pembina PUSunda. Bupati Badung, Kasdam Udayana, dan Kapoltabes Denpsar juga ikut berbaur dengan warga Sunda di Bali.
Saya bangga karena warga Jabar di Bali sangat besar dan diterima baik masyarakat Bali. Itu menunjukan kalau warga Sunda itu gampang bergaul dan diterima di mana-mana. Seperti pepatah, Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung''. Artinya, warga Sunda harus membaur dan ikut membangun bersama masyarakat Bali, tapi tetap jangan melupakan sejarah dan melepaskan jati diri sebagai orang Sunda.
Letak geografis yang strategis telah menempatkan Jawa Barat menjadi basis pengembangan industri otomotif di Indonesia. PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, misalnya, baru saja menambah investasi bagi pengembangan fasilitas perakitan truk dan bus untuk merek Hino Dutro dan Dyna. Letaknya di Kawasan Industri Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta.
Patut disyukuri, hampir semua industri otomotif baik motor maupun mobil berbasis di Jawa Barat. Toyota mengembangkan pabrik di Karawang, sementara Suzuki Motor dan Suzuki Mobil di Kabupaten Bekasi. Produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA juga mengembangkan industrinya di Jawa Barat.
Di hadapan Wapres Boediono saat peresmian perluasan pabrik PT Hino Motors di Purwakarta, hari Kamis, 17 Desember 2009, saya menyambut gembira makin bertambahnya investasi di bidang otomotif di Jawa Barat. Sejumlah program CSR (corporate social responsibility) telah banyak dinikmati masyarakat. Hanya saya minta CSR jangan sekadar bagi-bagi keperluan alat sekolah dan fasilitas kesehatan saja, tapi sebaiknya juga berupa program pemberdayaan masyarakat.
Saya minta, investor otomotif, misalnya, juga melakukan pembinaan ekonomi produktif bagi masyarakat sekitar. Bagaimana CSR diarahkan juga bagi penciptaan lapangan kerja mandiri dan ekonomi produktif di kawasan tertentu. Investor juga harus perduli dengan fasilitas jalan-jalan desa karena sedikit atau banyak, rusaknya jalan-jalan desa disebabkan andil produsen otomotif juga.
CSR juga harus diarahkan bagi pengembangan seni budaya lokal. Wapres dan Pempreov Jabar sudah berkomitmen untuk memangkas proses perizinan secepat mungkin sehingga jadi murah dan mudah. Tapi kalangan investor harus ''menebus'' dengan program CSR yang dirasakan langsung oleh masyarakat berupa program-program pemberdayaan. CSR jangan hanya program ''charity'' berupa belas kasihan, tapi pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya masyarakat.
Patut disyukuri, hampir semua industri otomotif baik motor maupun mobil berbasis di Jawa Barat. Toyota mengembangkan pabrik di Karawang, sementara Suzuki Motor dan Suzuki Mobil di Kabupaten Bekasi. Produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA juga mengembangkan industrinya di Jawa Barat.
Di hadapan Wapres Boediono saat peresmian perluasan pabrik PT Hino Motors di Purwakarta, hari Kamis, 17 Desember 2009, saya menyambut gembira makin bertambahnya investasi di bidang otomotif di Jawa Barat. Sejumlah program CSR (corporate social responsibility) telah banyak dinikmati masyarakat. Hanya saya minta CSR jangan sekadar bagi-bagi keperluan alat sekolah dan fasilitas kesehatan saja, tapi sebaiknya juga berupa program pemberdayaan masyarakat.
Saya minta, investor otomotif, misalnya, juga melakukan pembinaan ekonomi produktif bagi masyarakat sekitar. Bagaimana CSR diarahkan juga bagi penciptaan lapangan kerja mandiri dan ekonomi produktif di kawasan tertentu. Investor juga harus perduli dengan fasilitas jalan-jalan desa karena sedikit atau banyak, rusaknya jalan-jalan desa disebabkan andil produsen otomotif juga.
CSR juga harus diarahkan bagi pengembangan seni budaya lokal. Wapres dan Pempreov Jabar sudah berkomitmen untuk memangkas proses perizinan secepat mungkin sehingga jadi murah dan mudah. Tapi kalangan investor harus ''menebus'' dengan program CSR yang dirasakan langsung oleh masyarakat berupa program-program pemberdayaan. CSR jangan hanya program ''charity'' berupa belas kasihan, tapi pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya masyarakat.
Selain ke Kecamatan Lemahabang untuk melihar irigasi, kunjungan Wapres Boediono di Kabupaten Karawang juga dimanfaatkan untuk dialog dengan masyarakat soal pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kelurahan Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang.
Di sini saya mendampingi Wapres berdialog langsung dengan masyarakat seputar hambatan-hambatan dan kekurangan pelaksanaan PNPM Mandiri. Pemerintah berharap dapat masukan langsung dari masyarakat agar PNPM Mandiri tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.
Pemerintah berharap proyek PNPM membawa dampak ikutan dalam menggerakan roda ekonomi rakyat dan melakukan pemberdayaan masyarakat pedesaan. PNPM diharapkan jadi model pemberdayaan masyarakat karena direncanakan, dilaksanakan, dan hasilnya dievaluasi sendiri oleh masyarakat.
Masukan dari para kelompok masyarakat, kepala desa, para camat, dan tokoh-tokoh pemuda dalam pelaksanaan PNPM akan jadi masukan berharga agar dilakukan penyempurnaan di sana-sini. Tapi secara umum, PNPM Mandiri telah berjalan baik dan membawa manfaat langsung bagi rakyat.
Tidak ditemukan adanya laporan penyimpangan anggaran dll.
Di sini saya mendampingi Wapres berdialog langsung dengan masyarakat seputar hambatan-hambatan dan kekurangan pelaksanaan PNPM Mandiri. Pemerintah berharap dapat masukan langsung dari masyarakat agar PNPM Mandiri tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.
Pemerintah berharap proyek PNPM membawa dampak ikutan dalam menggerakan roda ekonomi rakyat dan melakukan pemberdayaan masyarakat pedesaan. PNPM diharapkan jadi model pemberdayaan masyarakat karena direncanakan, dilaksanakan, dan hasilnya dievaluasi sendiri oleh masyarakat.
Masukan dari para kelompok masyarakat, kepala desa, para camat, dan tokoh-tokoh pemuda dalam pelaksanaan PNPM akan jadi masukan berharga agar dilakukan penyempurnaan di sana-sini. Tapi secara umum, PNPM Mandiri telah berjalan baik dan membawa manfaat langsung bagi rakyat.
Tidak ditemukan adanya laporan penyimpangan anggaran dll.














































































