Catatan UNIVERSITAS NEGERI PADANG: UNP untuk Kita Semua....
UNP untuk Kita Semua....
Tanggal 28 Maret ini, UNP akan mewisuda lagi lulusan terbaiknya untuk periode pertama di tahun 2009 ini. Semenjak didirikan, terutama ketika berubah status menjadi universitas para tahun 1999, entah sudah berapa alumninya yang telah menjadi 'lebih' dari sebelum memasuki kampus ini. Dan tentu saja, minimal ilmu yang di dapat, telah berguna bagi diri sendiri, dan yang utama berguna bagi bangsa dan negara.
Meski demikian, kontribusi dari lulusan UNP masih sering dikeluhkan. Ada yang menganggap bahwa alumni UNP belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Ini tentu saja dalam konteks yang sangat kecil sekali. Sebab meski tidak secara langsung, alumni telah banyak memberikan sumbangsih kepada almamaternya. Baik secara langsung, maupun tidak langsung.
Nah, salah satu tujuan UNP bergabung di situs jejaring sosial ini adalah untuk menggaet serta merangkul kembali para alumni UNP yang telah tersebar ke penjuru dunia. Kenapa dunia, salah satu alasannya, menurut Drs. Syahrial Bakhtiar, MPd., Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, ketika ia studi belajar ke Negeri Paman Sam atau Amerika, sebelum memulai perkuliahan, terlebih dulu ia menginap di tempat salah seorang yang pernah menjadi mahasiswanya dulu di Los Angeles *.
Jadi, rasanya tidak salah juga kita sedikit berbangga ketika ada orang Indonesia (dari UNP juga *) menjadi staf pengajar Bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi negri di negeri itu. Atau pengalaman dari staf pangajar ataupun alumni yang juga merasa hal yang sama: bertemu dengan alumni lainnya di luar negeri.
Akan tetapi kita juga tidak bisa terlalu larut dengan sebuah kebanggaan. Karena kebanggan tidak akan memberikan apa-apa untuk perubahan ke arah yang lebih baik jika kita tidak mengambil perlajaran dari itu. Begitu pula sebaliknya dengan kritik. Juga tidak akan menghasilkan apa-apa, ketika kita tetap berdiam diri hanya untuk mendengarnya saja.
Kembali ke persoalan jejaring sosial, kepada alumni UNP atau IKIP dulunya agar bisa bergabung di sini. Namun tentunya tidak hanya bergabung secara pribadi atau perseorangan saja tetapi juga mengajak para alumni lainnya yang belum tergabung (atau yang belum punya akun di Facebook).
Setidaknya, dengan bergabungnya para alumni akan memberi suatu pencerahan atau diskusi ataupun penyampaian keluhan atau bahkan saran untuk UNP tercinta ini.
Begitu banyak yang telah didapatkan dari UNP. Kita menjadi seperti sekarang ini, tentu saja tidak terlepas dari peran UNP dan para guru kita di sini. Lantas, apa yang telah kita berikan untuk UNP? Jawabannya ada pada pribadi masing-masing.
Kemudian, bagi yang masih berstatus mahasiswa jangan pula mengira jejaring ini hanya untuk alumni saja. Kita dapat menjadikan wadah ini sebagai motivator. Dan hal ini, kembali lagi, tentu tidak terlepas dari peran alumni untuk dapat memberi semangat atau motivasi tersebut.
Persaingan hidup akan semakin tinggi. Jika lengah sekarang, percayalah takkan dapat mengejarnya kembali. Manfaatkan hari ini, untuk menggapai hari esok.
Sejenak kita merenungi peran jejaring ini. Terutama bagi yang masih berstatus mahasiswa, mereka sangat mengharapkan ada peran alumni ketika jambul di toga mereka telah dipindahkan.[]
Meski demikian, kontribusi dari lulusan UNP masih sering dikeluhkan. Ada yang menganggap bahwa alumni UNP belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Ini tentu saja dalam konteks yang sangat kecil sekali. Sebab meski tidak secara langsung, alumni telah banyak memberikan sumbangsih kepada almamaternya. Baik secara langsung, maupun tidak langsung.
Nah, salah satu tujuan UNP bergabung di situs jejaring sosial ini adalah untuk menggaet serta merangkul kembali para alumni UNP yang telah tersebar ke penjuru dunia. Kenapa dunia, salah satu alasannya, menurut Drs. Syahrial Bakhtiar, MPd., Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, ketika ia studi belajar ke Negeri Paman Sam atau Amerika, sebelum memulai perkuliahan, terlebih dulu ia menginap di tempat salah seorang yang pernah menjadi mahasiswanya dulu di Los Angeles *.
Jadi, rasanya tidak salah juga kita sedikit berbangga ketika ada orang Indonesia (dari UNP juga *) menjadi staf pengajar Bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi negri di negeri itu. Atau pengalaman dari staf pangajar ataupun alumni yang juga merasa hal yang sama: bertemu dengan alumni lainnya di luar negeri.
Akan tetapi kita juga tidak bisa terlalu larut dengan sebuah kebanggaan. Karena kebanggan tidak akan memberikan apa-apa untuk perubahan ke arah yang lebih baik jika kita tidak mengambil perlajaran dari itu. Begitu pula sebaliknya dengan kritik. Juga tidak akan menghasilkan apa-apa, ketika kita tetap berdiam diri hanya untuk mendengarnya saja.
Kembali ke persoalan jejaring sosial, kepada alumni UNP atau IKIP dulunya agar bisa bergabung di sini. Namun tentunya tidak hanya bergabung secara pribadi atau perseorangan saja tetapi juga mengajak para alumni lainnya yang belum tergabung (atau yang belum punya akun di Facebook).
Setidaknya, dengan bergabungnya para alumni akan memberi suatu pencerahan atau diskusi ataupun penyampaian keluhan atau bahkan saran untuk UNP tercinta ini.
Begitu banyak yang telah didapatkan dari UNP. Kita menjadi seperti sekarang ini, tentu saja tidak terlepas dari peran UNP dan para guru kita di sini. Lantas, apa yang telah kita berikan untuk UNP? Jawabannya ada pada pribadi masing-masing.
Kemudian, bagi yang masih berstatus mahasiswa jangan pula mengira jejaring ini hanya untuk alumni saja. Kita dapat menjadikan wadah ini sebagai motivator. Dan hal ini, kembali lagi, tentu tidak terlepas dari peran alumni untuk dapat memberi semangat atau motivasi tersebut.
Persaingan hidup akan semakin tinggi. Jika lengah sekarang, percayalah takkan dapat mengejarnya kembali. Manfaatkan hari ini, untuk menggapai hari esok.
Sejenak kita merenungi peran jejaring ini. Terutama bagi yang masih berstatus mahasiswa, mereka sangat mengharapkan ada peran alumni ketika jambul di toga mereka telah dipindahkan.[]

