Catatan Centre for Orangutan Protection: Kritis, orangutan serahan yang dipelihara BKSDA Kalimantan Barat

Kritis, orangutan serahan yang dipelihara BKSDA Kalimantan Barat
Orangutan yang diserahkan oleh masyarakat Pontianak ke BKSDA Kalbar, kini dalam kondisi sakit. Saat ini kondisinya sangat lemah dan panas tinggi. Jika tidak segera mendapatkan perhatian serius, dikhawatirkan orangutan tersebut akan mati dalam waktu dekat. Centre for Orangutan Protection (COP) mengamati bahwa tidak ada satupun staff BKSDA Kalbar yang merawat serta memberi makan dan minum orangutan tersebut.
Pengabaian pada orangutan serahan atau sitaan oleh BKSDA Kalbar sudah seringkali terjadi. 4 orangutan yang dititipkan ke Taman Agro Pontianak juga telah tewas karena buruknya penanganan. Pihak pengelola selaku Lembaga Konservasi yang diakui pemerintah tidak mengerti standart kesejahteraan binatang (animal welfare), sedangkan BKSDA Kalbar cenderung melupakan orangutan yang sudah dititipkan. Kondisi serupa juga dialami oleh Kebun Binatang Sinka di Singkawang. BKSDA Kalbar tidak melakukan pemantauan dan bimbingan pengelolaan pada orangutan yang dititipkan. Kondisi yang lebih buruk terjadi di Taman Pancur Aji - Sanggau. 3 orangutan muda kini dikurung dalam kandang kecil tanpa akses ke air minum dan pakan.
Pengabaian juga dilakukan pada bantuan yang ditawarkan untuk membantu memecahkan masalah pemeliharaan illegal orangutan. Centre for Orangutan Protection beberapa kali menawarkan dukungan penuh untuk membangun dan mengelola tempat penampungan orangutan. Dukungan yang ditawarkan juga mencakup operasi penegakan hukum dan operasi penyelamatan orangutan. Tawaran bantuan ini didasarkan pada kenyataan bahwa maraknya pemeliharaan illegal dan nihilnya penegakan hukum di Kalimantan Barat dikarenakan tidak adanya sumberdaya fasilitas penampungan orangutan sitaan.
“Jelas dan terang bahwa BKSDA Kalbar tidak berniat untuk menjalankan tugasnya sebagai pemangku wewenang publik dalam konservasi orangutan. Jika mereka tidak mampu menegakkan hukum, ya setidaknya mereka menghargai dukungan masyarakat yang peduli pada konservasi orangutan. Pelihara baik - baik orangutan serahan dari masyarakat, jangan telantarkan. Ini saja saja dengan membunuhnya pelan - pelan,” kata Seto Hari Wibowo, Orangutan Campaigner dari Centre for Orangutan Protection.
Pada bulan Mei 2009. Centre for Orangutan Protection menyerahkan daftar kepemilikan orangutan illegal kepada BKSDA Kalbar. Beberapa orangutan yang dilaporkan sudah dalam kondisi kritis karena malnutrisi dan penyakit seperti kebutaan dan lumpuh. Dibutuhkan tindakan cepat untuk menyelamatkannya. Centre for Orangutan Protection mengirim tim medis untuk mengobati orangutan - orangutan tersebut dan juga memberikan pengertian kepada para pemeliharanya untuk menyerahkan ke BKSDA Kalbar. Sungguh ironis, kesadaran masyarakat pada konservasi orangutan meningkat tidak diikuti dengan kesadaran BKSDA Kalbar.


Informasi lebih lanjut harap menghubungi:
Seto Hari Wibowo, Orangutan Campaigner di 08121156911
Kili Pringgodigdo, Communication Officer di 08121157911

Untuk foto harap menghubungi:
Hery Susanto, Photo Desk di 08121147911

Dalam catatan ini

Tak ada.