Catatan "GOOD LAWYER" - A Collection of Law Stories: :: GOOD LAWYER Talk Show in Medan 2 May 2009 ::
:: GOOD LAWYER Talk Show in Medan 2 May 2009 ::
Kunjungan saya ke Medan memang tadinya bukan khusus untuk acara promo buku GOOD LAWYER. Saya hanya kebetulan diajak Mas Dwi untuk ikut ke Medan karena Mas Dwi ada seminar di sana.
Biasanya persiapan talk show memang sudah diatur dari jauh hari, tapi ide tiba-tiba saya ini tetap mendapat sambutan yang baik dari distributor saya, Ibu Jenni. Persiapanpun dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
Saya tidak kenal siapapun di sana. Begitu tiba di Medan, Mas Dwi langsung mengikuti seminar sementara saya langsung berkoordinasi dengan pihak Gramedia dan satu lagi yang sangat penting, fotografer. Karena saya selalu mendokumentasikan semua kegiatan saya sejak awal, saya merasa harus tetap memiliki dokumentasi untuk talkshow saya di Medan ini. Untunglah saya diperkenalkan kepada seorang fotografer yang handal sehingga moment-moment penting di acara tersebut dapat diabadikan dengan sangat baik.
Awalnya saya sempat pesimis karena kami sama sekali tidak punya waktu untuk mengumumkan mengenai acara ini. Saya hanya mengirimkan sms kepada teman-teman yang saya kenal untuk mengundang teman-teman atau kerabat mereka yang ada di Medan. Saya juga mempergunakan media facebook untuk mengumumkan acara ini, tapi seperti yang sudah-sudah, hehehe… media undangan melalui facebook tidak terlalu efektif.
Tetapi dalam keadaan terjepit memang segala hal harus diupayakan. Meskipun pengunjung yang duduk di kursi yang telah disediakan hanya sedikit, saya justru merasakan suatu tantangan baru. Sebagai penerbit dan penulis baru, saya merasa ‘duduk-duduk saja’ bukanlah hal yang tepat dilakukan untuk menarik minat para pengunjung toko buku. Dan saya sangat percaya bahwa kekuatan berkomunikasi melalui ‘campaign’ adalah hal yang sangat ampuh untuk menarik minat orang mendengarkan. I’m not a celebrity, nor an actress, so who’s gonna see me?
But then, I learnt something from there. The power of your speech would attract people to listen to you. Saya tahu meskipun mereka tidak duduk di kursi yang disediakan, mereka mengamati saya dari kejauhan sambil berdiri di tempat mereka melihat-lihat buku. Tidak hanya kepada yang duduk di hadapan saya komunikasi saya lakukan, akan tetapi saya juga berusaha menjangkau para pengunjung yang berdiri di kejauhan. Hasilnya sangat mengejutkan, mereka mendengarkan ‘campaign’ saya dan ketika saya sapa dari tempat saya berdiri, beberapa dari mereka tersipu malu. Bahkan seorang bapak yang tadinya hanya mencuri-curi pandang dari kejauhan sambil pelan-pelan mendekat dan berpindah-pindah tempat, saya sapa dan kejar! Hihihi…
:: Sukses adalah ketika kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang untuk menyusupkan apa yang ingin kita sampaikan kepada mereka. Bagi saya, sukses bukan hanya dilihat dari target penjualan yang tercapai dalam waktu singkat, tapi juga dengan mengetahui apakah misi yang ingin kita capai dalam buku yang kita terbitkan bisa membawa perubahan berarti dalam cara pandang dan pikir seseorang. Dan itu yang telah saya lakukan. At least, menjadi diri sendiri dan tampil di depan publik untuk menyuarakan visi dan misi buku saya, lebih menyenangkan daripada bersembunyi di balik ketenaran artis atau selebriti. And that’s why I called this event as a Successful Talk Show! ::
Ow by the way, karena di cover buku GOOD LAWYER ada nama Zara yang tertulis di sana, banyak orang mengira saya Zara. Saya harus memohon maaf dan menjelaskan kepada semua orang bahwa saya bukan Zara, saya Risa (:D) dan bahwa Zara adalah supporter dari buku GOOD LAWYER ini. Surprise juga rasanya mengetahui mereka tidak mengenal tampang Zara yang jauh lebih cantik dan famous daripada saya! *lol... Mungkin Sist Zara harus lebih sering tampil di Medan supaya orang-orang tahu sosok mu, Sist! ;)
Beberapa juga bertanya kepada saya, kenapa nama saya tidak ada di cover buku GOOD LAWYER. Well, ini menjadi masukan yang berarti bagi saya supaya nanti masyarakat tidak merasa dibohongi. Ke depan, nama semua penulis harus saya tulis di depan, karena saya tidak ingin membuat para penggemar Sist Zara bingung dan menuduh saya menipu publik.
Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah dengan terus menerus menyemangati saya hingga api semangat ini tak pernah padam, Mas Dwi-ku tersayang, Ibu Jenni distributor saya yang baik hati, Judika dan Gramedia crew, serta Mas Indra fotografer saya yang telah begitu cantik mengabadikan moment-moment penting saya. Juga kepada teman-teman baru saya dari Medan, Imelda, Ayu, Desta, Mbak Tila, Pak Edi, Hamdani dan rekan-rekan PERMAHI Medan, dan semua pengunjung Gramedia yang belum sempat berkenalan dengan saya (kalau kebetulan membaca). Saya juga ingin mengucapkan terima kasih buat seseorang yang telah menginspirasi saya dalam berkomunikasi dengan publik. I learned fast from seeing things. Boby Rakhman has inspired me on how to deal with the public. Our way to approach the public is totally different, but his talent and courage taught me on how to deal with any situations. Thanks Boby!
Tak lupa juga terima kasih buat rekan-rekan RHW dan rekan-rekan yang berasal dari Medan tapi tidak tinggal di Medan yang juga telah memberikan dukungan moril yang terus menerus kepada saya. It means a lot to me, All! Thank you so much!
For sure, I’ll return to Medan for my next book. Keep in touch! ;)
Next schedule for the talk show is :
10 May 2009 - Gunung Agung Margo City Depok
16 May 2009 - Bandung
Buat yang berada di wilayah di atas, see you there! ;)
Biasanya persiapan talk show memang sudah diatur dari jauh hari, tapi ide tiba-tiba saya ini tetap mendapat sambutan yang baik dari distributor saya, Ibu Jenni. Persiapanpun dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
Saya tidak kenal siapapun di sana. Begitu tiba di Medan, Mas Dwi langsung mengikuti seminar sementara saya langsung berkoordinasi dengan pihak Gramedia dan satu lagi yang sangat penting, fotografer. Karena saya selalu mendokumentasikan semua kegiatan saya sejak awal, saya merasa harus tetap memiliki dokumentasi untuk talkshow saya di Medan ini. Untunglah saya diperkenalkan kepada seorang fotografer yang handal sehingga moment-moment penting di acara tersebut dapat diabadikan dengan sangat baik.
Awalnya saya sempat pesimis karena kami sama sekali tidak punya waktu untuk mengumumkan mengenai acara ini. Saya hanya mengirimkan sms kepada teman-teman yang saya kenal untuk mengundang teman-teman atau kerabat mereka yang ada di Medan. Saya juga mempergunakan media facebook untuk mengumumkan acara ini, tapi seperti yang sudah-sudah, hehehe… media undangan melalui facebook tidak terlalu efektif.
Tetapi dalam keadaan terjepit memang segala hal harus diupayakan. Meskipun pengunjung yang duduk di kursi yang telah disediakan hanya sedikit, saya justru merasakan suatu tantangan baru. Sebagai penerbit dan penulis baru, saya merasa ‘duduk-duduk saja’ bukanlah hal yang tepat dilakukan untuk menarik minat para pengunjung toko buku. Dan saya sangat percaya bahwa kekuatan berkomunikasi melalui ‘campaign’ adalah hal yang sangat ampuh untuk menarik minat orang mendengarkan. I’m not a celebrity, nor an actress, so who’s gonna see me?
But then, I learnt something from there. The power of your speech would attract people to listen to you. Saya tahu meskipun mereka tidak duduk di kursi yang disediakan, mereka mengamati saya dari kejauhan sambil berdiri di tempat mereka melihat-lihat buku. Tidak hanya kepada yang duduk di hadapan saya komunikasi saya lakukan, akan tetapi saya juga berusaha menjangkau para pengunjung yang berdiri di kejauhan. Hasilnya sangat mengejutkan, mereka mendengarkan ‘campaign’ saya dan ketika saya sapa dari tempat saya berdiri, beberapa dari mereka tersipu malu. Bahkan seorang bapak yang tadinya hanya mencuri-curi pandang dari kejauhan sambil pelan-pelan mendekat dan berpindah-pindah tempat, saya sapa dan kejar! Hihihi…
:: Sukses adalah ketika kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang untuk menyusupkan apa yang ingin kita sampaikan kepada mereka. Bagi saya, sukses bukan hanya dilihat dari target penjualan yang tercapai dalam waktu singkat, tapi juga dengan mengetahui apakah misi yang ingin kita capai dalam buku yang kita terbitkan bisa membawa perubahan berarti dalam cara pandang dan pikir seseorang. Dan itu yang telah saya lakukan. At least, menjadi diri sendiri dan tampil di depan publik untuk menyuarakan visi dan misi buku saya, lebih menyenangkan daripada bersembunyi di balik ketenaran artis atau selebriti. And that’s why I called this event as a Successful Talk Show! ::
Ow by the way, karena di cover buku GOOD LAWYER ada nama Zara yang tertulis di sana, banyak orang mengira saya Zara. Saya harus memohon maaf dan menjelaskan kepada semua orang bahwa saya bukan Zara, saya Risa (:D) dan bahwa Zara adalah supporter dari buku GOOD LAWYER ini. Surprise juga rasanya mengetahui mereka tidak mengenal tampang Zara yang jauh lebih cantik dan famous daripada saya! *lol... Mungkin Sist Zara harus lebih sering tampil di Medan supaya orang-orang tahu sosok mu, Sist! ;)
Beberapa juga bertanya kepada saya, kenapa nama saya tidak ada di cover buku GOOD LAWYER. Well, ini menjadi masukan yang berarti bagi saya supaya nanti masyarakat tidak merasa dibohongi. Ke depan, nama semua penulis harus saya tulis di depan, karena saya tidak ingin membuat para penggemar Sist Zara bingung dan menuduh saya menipu publik.
Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah dengan terus menerus menyemangati saya hingga api semangat ini tak pernah padam, Mas Dwi-ku tersayang, Ibu Jenni distributor saya yang baik hati, Judika dan Gramedia crew, serta Mas Indra fotografer saya yang telah begitu cantik mengabadikan moment-moment penting saya. Juga kepada teman-teman baru saya dari Medan, Imelda, Ayu, Desta, Mbak Tila, Pak Edi, Hamdani dan rekan-rekan PERMAHI Medan, dan semua pengunjung Gramedia yang belum sempat berkenalan dengan saya (kalau kebetulan membaca). Saya juga ingin mengucapkan terima kasih buat seseorang yang telah menginspirasi saya dalam berkomunikasi dengan publik. I learned fast from seeing things. Boby Rakhman has inspired me on how to deal with the public. Our way to approach the public is totally different, but his talent and courage taught me on how to deal with any situations. Thanks Boby!
Tak lupa juga terima kasih buat rekan-rekan RHW dan rekan-rekan yang berasal dari Medan tapi tidak tinggal di Medan yang juga telah memberikan dukungan moril yang terus menerus kepada saya. It means a lot to me, All! Thank you so much!
For sure, I’ll return to Medan for my next book. Keep in touch! ;)
Next schedule for the talk show is :
10 May 2009 - Gunung Agung Margo City Depok
16 May 2009 - Bandung
Buat yang berada di wilayah di atas, see you there! ;)


