
Save Lake Toba Community Samosir Berubahadalah sebuah wadah untuk orang-orang yang peduli dengan samosir,didirikan atas semangat kepedulian dan kebersamaan sekaligus rasa cintaterhadap samosir. Idenya merupakan hasil obrolan dari mahasiswa asalsamosir yang merantau. Anggotamaupun partisipan yang ada tidak membatasi usia, jenjang pendidikanata......upun harta benda. Yang penting tahu akan samosir dan mempunyai kepedulian.
samosirberubah.wordpress.com
Dengan segala kerendahan hati, mungkin agak berlebihan jika kami mahasiswa menyebut jalan hidup yang sudah kami tempuhsampai hari ini dengan sebutan ” jauh “. Di usia kami yang belum mencapai ...

Save Lake Toba Community
Sulit Merubah Danau Toba Menjadi Otorita, Jika...
Mengurus Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia
dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer untuk tetap
terpelihara, lestari adalah tidak mudah dan tidak bisa hanya dengan
cuap-cuap (hanya sebatas retorika) saja. Begitu pula akhir
- akhir ini, bila... muncul wacana agar wilayah Danau Toba berstatus
otorita, tidak akan berguna bila semua hanya omong saja. Kalau ada
timbul keinginan untuk membuat kawasan otorita Danau Toba, maka tidak
bisa Kabupaten Simalungun saja yang dilirik seakan - akan ini hanya
tanggung jawab kabupaten Simalungun.
"Danau Toba bukan hanya milik Kabupaten Simalungun saja, tetapi
juga setiap daerah seperti kabupaten Tobasa, Samosir, Taput, Pak-pak
Barat, Humbahas dan Karo," sebut Bupati Drs T Zulkarnain Damanik MM,
pada Global, beberapa waktu lalu, di Pamatang Raya.Dikatakan,
bila saat ini ada wacana yang mencuat soal usul agar kawasan Danau toba
menjadi berstatus otorita, seharusnya menteri dalam negeri secara tegas
membuat surat yang menjadi payung hukum yang jelas dari pembentukan
status kawasan itu, sekaligus ditentukan besarnya dana yang dikucurkan
APBN untuk mewujudkannya.Menurut Bupati, mungkin beberapa
kendala akan muncul, tetapi itu harus diantisipasi dengan peraturan
yang jelas, termasuk status tanah dan bangunan serta ditentukannya
zona-zona tertentu, yang mana untuk wisata dan yang mana boleh menjadi
tempat para petani kerambah ikan mencari nafkah. Bagaimanapun,
jelas Bupati pula, timbulnya keengganan para wisatawan bukan hanya
manca negara tetapi juga wisatawan domestik untuk berkunjung ke danau
Toba banyak dipengaruhi kondisi jalan yang jauh dari kota Medan dan
bandara Polonia.Karenya dibutuhkan pemikiran yang lebih
konstruktif dan niat baik pemerintah pusat dan semua daerah serta
masyarakat secara keseluruhan untuk memelihara sarana jalan,
transportasi termasuk agar lapangan terbang Sibisa yang terletak di
Kabupaten Tobasa dan dekat kota turis Parapat dibesarkan, ditingkatkan."Itu
baru jalan keluar dan saya yakin minat wisatawan akan meningkat tajam
seiring dengan semakin dekatnya daya jangkau mereka ke Parapat dan
Danau Toba secara umum," katanya.
sumber: http://www.harian-global.com/index.php?o ption=com_content&view=article&id=28632: sulit-merubah-danau-toba-menjadi-otorita -jika&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58

Save Lake Toba Community
Siswi SMP “Tampar” Perusak Danau Toba
Written by Redaksi Web
Wednesday, 23 December 2009 12:21
Sebanyak delapan orang finalis yang terdiri dari siswa SMP dan SMA
di Provinsi Sumatera Utara menerima hadiah penghargaan lomba karya
tulis yang digelar para komunitas Toba Lover, Senin (21/...12), di di
SMAN 2 Balige kecamatan Balige kabupaten Toba Samosir.Penghargaan
diserahkan oleh Nestor Rico Tambunan Selaku dewan juri lomba karya
tulis Toba Lover dan juga pengurus komunitas Toba Lover Pusat serta
merupakan dosen UI jurusan Penerbitan.
Karya tulis tersebut bertajuk tentang "Danau Toba Yang
Kucinta". Di karya tulisan itu, mereka (8 orang finalis) "menampar"
orang-orang tidak bertanggungjawab serta masyarakat yang ikut berperan
aktif merusak ekosistem Danau Toba. Namun, setelah
"menampar", mereka pun sekaligus juga memberikan sumbangan solusi
berupa pola pikir guna mencegah pengrusakan ekositem Perairan Danau
Toba ke depan serta pemanfaatan kawasan perairan Danau Toba ke arah
yang lebih baik.'Tamparan" itu dapat disimak dari salah satu
tulisan finalis Toba Lover yakni tulisan dari Agustina Pane siswi SMPN
1 Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan yang meraih juara III dengan
judul karya tulis Saatnya Melestarikan Danau Toba. Dikatakan dalam
tulisannya, "Tetapi sekarang ini, Danau Toba Telah menjadi danau yang
jauh dari kebanggaan. Danau Toba telah ditimpa melapetaka karena
dirusak orang atau masyarakat yang memiliki kepentingan dengan
ekosistem danau tersebut. Danau Toba telah diperkosa secara tragis oleh
kepentingan industi, keserakahan investor, ketidakpedulian masyarakat
sekitar, ketidak berdayaan pemerintah serta faktor-faktor perusak
lainnya". Nestor Rico Tambunan saat memberikan arahan pada
penyerahan penghargaan tersebut mengakui merasa terharu atas adanya
ide-ide cemerlang dan pola pikir yang baik dari generasi muda untuk
melestarikan Danau Toba. "Dengan karya tulis seperti ini,
membuat kita semakin cerdas dengan menambah ilmu pengetahuan, wawasan
ataupun analisa tentang ekosistem alam," kata Nestor Tambunan. Adapun
para peraih juara untuk tingkat SMP yakni Agustina Pane siswi SMPN 1
Pakkat (juara III) dengan judul karya tulis Saatnya Melestarikan Danau
Toba, Maria Rosa W. Nadeak siswi SMPN 1 Pakkat (juara harapan I) dengan
judul karya tulis Selamatkan Danau Toba, Nora Yanti Purba siswi SMPN 1
Pakkat (juara harapan II) dengan judul karya tulis Selamatkan Danau
Toba Ku, Clara Parhusip siswi SLTP swasta PTPN IV Kebun Bahjambi (juara
harapan III) dengan judul karya tulis Mata dan Danau Toba Tidak akan
Kering. Sementara unutk kategori SMU diraih oleh Bonaparti Napitupulu
siswa SMAN 2 Balige dengan judul karya tulis pelestarian ekosistem
perairan Danau Toba secara berkelanjutan Juara III, Tumanda Marpaung
siswa SMAN 2 Balige dengan judul karya tulis Penyelamatan Perairan
Danau Toba Dengan Penanggulangan Terhadap Masalah Dalam Pencegahan
Terhadap Pencemaran juara harapan I, Basri Triputra Siringoringo siswa
SMAN 2 Sidikalang dengan judul karya tulis Danau Toba Menunggu, dan R.I
Fransiska SMA Methodist Pematang Siantar dengan judul karya tulis
Pesona Danau Toba. Penyerahan hadiah tersebut turut
dihadiri oleh, Christina Sibuea Kepala Sekolah SMAN 2 Balige, Monang
Naipospos Anggota DPRD Tobasa dan Jujung Napitupulu Anggota DPRD Tobasa.
Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?o ption=com_content&view=article&id=27832: siswi-smp-tampar-perusak-danau-toba&cati d=87:horas-tapanuli&Itemid=99

Save Lake Toba Community
Beternak Lebah Melestarikan Hutan Samosir
Apa ada hubungan beternak lebah madu dengan melestarikan hutan? Ada.
Bila hutan lestari, lebah pasti memiliki tempat berkembangbiak. Bila
hutan tidak ada maka lebah tidak memiliki tempat berkembangbiak.
Hubungan ini yang membuat masyarakat Samosir beternak lebah madu ...alam.
”Sedikitnya, ada 20 kepala keluarga (KK) di desa Lintong Nihuta sebagai
peternak lebah”, kata Ketua kelompok Koperasi Harapan Maju desa Lintong
Nihuta, kecamatan Ronggur Nihuta, kabupaten Samosir, Sumatera Utara,
Alman Simbolon (34) kepada penulis belum lama ini di Ronggur Nihuta
yang ternyata tidak sekadar memiliki panorama alam yang indah untuk
mata memandang. Namun, juga memberikan rasa manis pada lidah dengan
madu alam yang bercitarasa tinggi dan menyehatkan tubuh.
Simbolon
mengatakan dengan membudidayakan, menernakkan lebah madu alam pasti
sekaligus mengawasi kelestarian hutan termasuk menjaga hutan dari
kemungkinan kebakaran hutan. Sebab bila hutan lestari, tidak terjadi
kebakaran hutan maka lebah tetap ada dan semakin banyak karena ada
tempatnya berkembangbiak.
”Beternak lebah merupakan pekerjaan
yang membutuhkan keseriusan. Bila tidak, maka hasil yang diperoleh
tidak maksimal. Masih banyak kendala yang dihadapi”, katanya. Bila mau
berhasil harus dapat menjawab kendala yang ada. Menurut lelaki pencinta
lingkungan ini, kendala pengembangan budidaya ternak lebah madu
sekarang ini disebabkan masih kurangnya kesadaran, motivasi dan
kerajinan masyarakat untuk beternak lebah madu. Buktinya masih sedikit
yang mau bergabung dalam kelompok tani peternakan lebah madu.
Pada
hal di Desa Lintong Nihuta ini sangat banyak pakan, bahan makanan untuk
lebah madu. Misalnya, pohon kaliandra, makadame, dan berbagai jenis
bunga. Bila banyak bahan pakan lebah tersedia maka peternakan lebah
madu pasti cepat berkembang dan menghasilkan madu”, katanya.
Dia
menceritakan tentang proses pembuatan kandang lebah madu yang dikenal
dengan nama stoope. Kandang lebah madu cukup menggunakan kawat bekas
tali close mesin sepeda motor, triplek sebanyak 8 sisiran. Artinya,
triplek itu dipotong-potong memanjang dengan panjang 26 sentimeter,
lebar 2 sentimeter, tinggi 30 sentimeter dan paku kecil secukupnya.
”Hemat dan praktis! Pemakaian kandang lebah atau stoope cukup lama
sebab tahan lama. Artinya, selama lebah masih ada di dalamnya tentu
stoope terus digunakan”, katanya.
Dalam kandang yang sederhana
itu, kata Simbolon satu ratu lebah berada dalam setiap satu kloni atau
satu stup. Biasanya ada tiga kelompok lebah, yaitu kelompok pekerja,
kelompok pejantan dan ratu lebah. Harus diketahui umur ratu lebah
sangat panjang sampai 7 tahun, sedangkan umur lebah pekerja sangat
singkat, hanya 48 hari saja, lalu kemudian lebah-lebah pekerja itu mati.
Serangan Hama
Kandang
lebah madu ditempatkan tinggi dari tanah guna menghidari hama berupa
serangan binatang pengganggu dan gulma-gulma. Hama atau musuh lebah
adalah semut hitam, semut merah yang halus, semut-semut kecil, dan
kecoa.
Meskipun sudah begitu cekatan dan sangat bersahabat
dengan lebah madu itu tetapi Simbolon mengaku masih sering disengat
lebah, dan tidak takut. Mengobatinya secara alami. Cukup mengobatinya
dengan hanya menggunakan madu itu juga. Dioleskan pada bekas luka
sengatan, selesai.
Dalam satu stoope, madu yang bisa dihasilkan
dari seperempat sampai setengah botol bir. Melihat produksi yang
dihasilkan maka budidaya ternak lebah madu ini sangat berpotensi
dikembangkan untuk membantu ekonomi keluarga, kata Alman Simbolon
optimis.
Di samping menghasilkan madu juga bisa menghasilkan
propolis, beevolen, royal jelly yang dapat dikonsumsi dan sudah
terbukti dapat menyehatkan tubuh bagi yang mengkonsumsinya,
meningkatkan vitalis dan semangat kerja sebab mengandung kandungan gizi
yang sehat dan seimbang. (ir. fadmin prihatin malau).
sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?op tion=com_content&view=article&id=39325:b eternak-lebah-melestarikan-hutan-samosir &catid=97:lingkungan&Itemid=127

Save Lake Toba Community
Liputan6.com, Samosir: Danau Toba, danau terbesar di
Indonesia ini, terancam mengalami pendangkalan. Volume air danau
semakin berkurang. Tengok saja di awal musim penghujan seperti saat
ini, air danau menyusut nyaris 1,5 meter.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatra Utara menyatakan penebangan
membabi-buta adalah jawaba...nnya. Belum lagi melimpahnya limbah dan
sampah yang masuk ke danau kebanggaan rakyat Sumut tersebut. Ironisnya,
dari 260.154 hektare daerah tangkapan air di sekitar danau, ternyata
nyaris separuhnya sudah kritis.
Nelayan Toba menjadi taruhan. Mereka harus bekerja ekstra karena ikan
hanya muncul di perairan dalam. Lumut di pinggir danau yang mulai
menghilang membuat ikan tak betah berada di bibir danau. Kini hanya
satu yang dinanti: konservasi lingkungan. Pemerintah kabupaten dan
sejumlah perusahaan kertas di sekitar Danau Toba harus turut
berperan.(YNI/YUS)
sumber: http://berita.liputan6.com/daerah/200912 /254551/Danau.Toba.Nasibmu.Kini..
berita.liputan6.com
Danau Toba danau terbesar di indonesia ini terancam mengalami pendangkalan. Sejauh ini air Danau Toba sudah menyusut hingga 150 sentimeter atau 1,5 meter. Semua akibat pembakaran lahan serta pembuangan limbah dan sampah.

Save Lake Toba Community
Danau Toba, Nasibmu Kini...
Danau Toba danau terbesar di indonesia ini terancam mengalami pendangkalan. Sejauh ini air Danau Toba sudah menyusut hingga 150 sentimeter atau 1,5 meter. Semua akibat pembakaran lahan serta pembuangan limbah dan sampah.
Sumber: http://video.liputan6.com/videodetail/20 0912/254551/Danau.Toba.Nasibmu.Kini...
Durasi: 2:23

Save Lake Toba Community
Bupati: Lestarikan Danau Toba dengan Tindakan
Written by Redaksi Web
Thursday, 31 December 2009 11:14
Tuhan mengaruniai alam Indonesia dengan keindahan yang luar biasa,
namun sangat disayangkan bila keindahan alam, seperti Danau Toba tidak
dijaga kelestariannya. Menjaga kelestarian itu..., bukan sekadar retorika,
tetapi harus dengan tindakan seluruh stake holder yang ada.Demikian
ditegaskan Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM, Selasa
(29/12) di hadapan masyarakat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, di Open
stage Parapat, saat menghadiri acara Natal Oikumene, yang dihadiri 27
jemaat gereja denominasi.
Acara turut pula dihadiri para undangan dari umat beragama lain
seperti dari rumah Muslim Parapat, Bhiksuni dari Vihara Darma Batham
Graha dan Pastoran Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.Dikatakan
Bupati, bagaimana upaya melestarikan Danau Toba ini merupakan kewajiban
semua pihak termasuk guru dan para tokoh masyarakat. Karena itu, dengan
semangat Natal, merupakan bagian yang membangun untuk membuat kehidupan
ke depan jauh lebih baik, lebih berkualitas.Sebelumnya ketua
DPRD Simalungun yang diwakili Mansyur Purba SE berharap, setiap
masyarakat khususnya di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon harus mampu
menjadi insan yang punya rasa tanggung jawab menjadi penjaga alam.T
Sinaga salahseorang tokoh masyarakat juga mengajak agar semua
masyarakat menumbuhkan rasa kebersamaan dan menjaga kelestarian Danau
Toba sehingga akan bisa mendatangkan wisatawan, yang merupakan bagian
dari mata pencaharian di Parapat. Ketua Panitia Natal
Oikumene, Marolop Gurning dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini
didukung seluruh umat beragama lain yang berada di Parapat dan
sekitarnya. Sementara soal pendanaan Natal, disebutkan pula peran serta
Bupati Simalungun yang memberikan donasi dana sebesar Rp10 juta.
Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?o ption=com_content&view=article&id=28257: bupati-lestarikan-danau-toba-dengan-tind akan&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58

Save Lake Toba Community
PARAPAT - Danau Toba merupakan karunia Tuhan yang luar biasa bagi umatnya, sehingga sangat disayangkan apabila keindahan alam yang mempesona itu tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik. sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?optio n=com_content&view=article&id=78335:kele starian-danau-toba-harus-dijaga-bersama& catid=15:sumut&Itemid=28

Save Lake Toba Community Wisatawan Keluhkan Mahalnya Tempat di Danau Toba
serambinews.com
- Para wisatawan lokal mengeluhkan mahalnya sewa pondok lesehan atau tempat santai beralaskan tikar dan tenda plastik, yang berada di pinggiran Danau Toba, Parapat selama liburan tahun baru. “Pengelola ...

Save Lake Toba Community Duh, Mahalnya Danau Toba
travel.kompas.com
MEDAN, KOMPAS.com - Para wisatawan lokal mengeluhkan mahalnya sewa pondok lesehan atau tempat santai beralaskan tikar dan tenda plastik, yang berada di pinggiran Danau Toba, Parapat selama liburan tahun ...

Save Lake Toba Community Aquafarm Diminta Buktikan Tak Cemari Danau Toba
cetak.kompas.com
Medan, Kompas - Perusahaan budidaya ikan nila, PT Aquafarm Nusantara, diminta membuktikan proses produksi mereka tidak mencemari Danau Toba. Perusahaan penanaman modal asing dari Swiss ini diminta membuat ...

Save Lake Toba Community
BESITANG-Ratusan warga Desa PIR ADB Kec Besitang, Langkat yang berasal dari Dusun CI, C II, C III minta kepada Pemkab Langkat agar bisa menggarap di hutan Gegas Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL). Hal ini guna menjaga, agar jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial sesama mereka.
Sebab tuding warga, para pengungsi a...sal Aceh di Desa Barak Induk, Tower dan Desa Sei Minyak dibiarkan merajalela menggarap lahan hutan TNGL secara illegal. Karena tak adanya kepastian dari pihak Pemkab Langkat, warga Desa PIR ADB pun menggelar aksi demo di areal lahan hutan TNGL, kemarin (20/12)
Hasanuddin Sitepu (60), mewakili warga desa berharap adanya kepastian dan keadilan dari Pemkab Langkat. Sehingga mereka pun dapat melakukan kegiatan membersihkan lahan hutan Gegas yang selama ini tidak berfungsi.
“Mengapa pengungsi asal Aceh dari luar daerah (Pulau Jawa) bisa menguasai ratusan hektar lahan garapan di hutan TNGL. Kini, mereka telah mendapatkan ratusan ton dari hasil berkebunan di hutan TNGL yang selama ini mereka garap,”bilang Sitepu.
Warga berharap, Pemkab Langkat tindak tebang pilih (pilih kasih) terhadap penggarap lahan hutan. Ungkapan serupa juga disampaikan Paisal (32), salah seorang warga di sana. Paisal mengatakan, mereka selaku warga setempat dilarang menggarap lahan hutan, sementara orang kaya dari luar daerah sudah ada yangmemiliki lahan hutan TNGL.
“Apakah ini adil,”katanya sambil geleng-gelang kepala tanda heran. Sebelumnya, tahun 1995 dan 2006, lahan warga yang ditanami pohon kelapa sawit ditebang serta rumah mereka pun digusur. Pertemuan antara Muspika Besitang bersama warga di aula Kecamatan Besitang yang dihadiri Camat Besitang Mawardi Natsir S Sos, Kapolsek Besitang AKP Mhd Kosim S, Dinas Kehutanan serta masyarakat PIR ADB tidaak memberikan titik terang.
Kapolsek Besitang, Mhd Kosim S tetap melarang masyarakat untuk membuka lahan di hutan TNGL. “Apapun ceritanya, lahan itu tidak dapat digarap,”imbuh Kapolsek. (Joko)
Sumber: http://www.posmetro-medan.com/index.php? open=view&newsid=14073&tit=Berita%20Utam a%20-%20Warga%20Besitang%20Ingin%20Kuasa i%20Hutan%20Larangan
POSMOTRO MEDAN menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Kota Medan da
www.posmetro-medan.com
POSMOTRO MEDAN menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya

Save Lake Toba Community Ribuan Relawan Aksi Bersih di Danau Toba
hariansib.com
Parapat (SIB)Berbagai jenis sampah di antaranya sampah plastik, pecahan botol kaca, oli kotor hingga puntung rokok kembali ditemukan di wilayah perairan kota wisata Parapat Danau Toba. Penemuan tersebut ...

Save Lake Toba Community Ribuan Wisatawan Padati Berastagi
hariansib.com
Berastagi (SIB)Ribuan wisatawan lokal dan domestik memadati obyek wisata di Berastagi Kabupaten Karo. Tingginya minat wisatawan untuk berkunjung merupakan dampak dari liburan tahun baru 2010 yang berlangsung ...

Save Lake Toba Community 2010 Ibukota Tapsel Dipindah ke Sipirok
hariansib.com
Medan (SIB)Memasuki tahun 2010, secara bertahap ibukota Tapanuli Selatan (Tapsel) dipindah ke Sipirok. Kepastian perpindahan itu disampaikan anggota DPR RI asal Pemilihan Sumut Dr H Rahmat Shah setelah ...












